Upaya Selamatkan Napi Saat di “lepas” ke Masyarakat, Lembaga Pemasyarakatan Latih Membuat Roti

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon;  Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Takengon, mendirikan satu pabrik pembuatan roti terhadap warga binaan bekerja sama dengan Poopy Cake and Cookies, Sumatera Utara dibawah binaan Ibu Dewi. Hasil pembuatan roti nantinya akan di pasarkan secara umum di pasar-pasar lokal yang ada di Aceh Tengah.

Menurut Kalapas Husni yang menginisiasi program tersebut, kegiatan yang positif ini nantinya bisa dikembangkan oleh para warga binaan saat selesai menjalani hukuman hukuman dari berbagai kasus di LP Takengon.

Read More

“Dalam sepekan ini para napi akan dibina terlebih dahulu bagaimana cara dasar membuat roti, langsung dibawah binaan Ibu Dewi yang hadir langsung dari Medan. Kegiatan tata boga ini sangat bagus untuk dikembangkan, lain itu agar para napi ada kesibukan masing-masing dalam menjalani hukuman badan,” kata Husni.

Dilanjutkan Husni, nanti roti yang dihasilkan oleh warga binaan sangat berkwalitas dan bisa dibandingkan dengan roti-roti yang dijual dipasaran. “Kwalitas tentu menjadi tujuan utama dari pabrik roti yang kita didirikan di Lembaga Pemasyarakatan ini,” lanjut Husni.

Usaha pabrik roti sendiri nanti langsung berada dibawah koperasi Pengayoman Rutan Takengon.  Untuk mengolah roti tentu tidak semua para napi, namun pihak LP akan melakukan seleksi belasan orang untuk tenaga utama pembuatan roti.”Tidak semua warga binaan, namun hanya belasan orang yang akan kita latih sebagai tenaga utama pembuatan roti,” kata Husni, (25/6).         

“Ini adalah salah satu program rutanh selain memelihara ikan Lele, perbengkelan dan ada beberapa lainya,” jelas Husni menutup pertemuan dengan wartawan. (KG45)

  • Whatsapp

Related posts