TGI Bener Meriah Dorong Pemkab Terus Meningkatkan Perhatian Cagar Budaya

REDELONG-Ketua The Gayo Institute (TGI) Kabupaten Bener Meriah, Marhamah S.Pd, dorong Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah untuk lebih memperhatikan cagar budaya di kabupaten setempat.

“TGI yang merupakan salah satu pemerhati dari cagar budaya, khususnya peninggalan sejarah, dan pendidikan harus benar-benar dirawat dengan baik. Hal ini bertujuan sebagai jalan dalam membangun Bener Meriah lewat cagar budaya,” kata Marhamah saat ditemui pada hari Kamis, 26 April 2018, di salah satu kafe di Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Bener Meriah.

Dari pandangannya, untuk membuktikan bahwa sejarah juga ada di Gayo, perlu adanya perawatan khusus secara terus-menerus untuk diperhatikan. Karena dengan cara ini salah satunya Bener Meriah akan lebih maju disamping dijadikan sebagai wisata sejarah sebagai mana di daerah-daerah lainnya.

Marhamah menerangkan, dari lembaga TGI Bener Meriah akan siap membantu Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dalam membangun kabupaten bungsu ini. “Tentunya dengan adanya dukungan dan kerjasama dengan pemerintah daerah, kita akan upayakan lebih merawat prasasti sejarah yang ditinggalkan oleh pejuang dahulu,” tandas Marhamah, alumni PAI STAIN GP Takengon ini.

Menanggapi hal ini, salah anggota DPRK Bener Meriah, dr Jawahir Syahputra apresiasi penuh atas inisiatif yang diusulkan ketua TGI Bener Meriah. Menurutnya hal ini penting untuk ditindaklanjuti sepenuhnya.

“Jika mengacu kepada undang-undang no 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Pemerintah Kabupaten/Kota sangat berperan dalam melestarikan warisan dunia ini, karena bagian dari kekayaan cagar budaya,” ungkap Jawahir.

Hal ini jika dilihat pada acuan UU tersebut menimbang bahwa, cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting. Artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Disamping itu, untuk melestarikan cagar budaya, negara bertanggung jawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya. bahwa cagar budaya berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan perlu dikelola oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan
meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya.

“Bahwa dengan adanya perubahan paradigma pelestarian cagar budaya, diperlukan keseimbangan aspek ideologis, akademis, ekologis, dan ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut berkebetulan Ketua TGI Bener Meriah sedang berdiskusi dalam melanjutkan beberapa program yang akan difokuskan kedepannya. Selain ketua TGI Bener Meriah dan dr Jawahir yang hadir, pertemuan tersebut turut didampingi salah satu anggota FLP Aceh Tengah, Misna.[REL]