Terkait Legalisasi Sertifikat Akreditasi, ini kata Wakil Ketua Bidang Akademik STAIN Gajah Putih

TAKENGON: Setelah diumumkanya penerimaan CPNS tahun ini, ratusan Alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon mengaku merasa ” resah” pada saat mendaftar sebagai peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi umum 2018 di daerah tersebut, Senin (8/10/2018).

Wakil Ketua Bidang Akademik STAIN Gajah Putih Dr. AL- Musanna, M.Ag membenarkan adanya informasi dari Alumnus Gajah Putih yang mau mengikuti test CPNS formasi Umum di Aceh Tengah, bahwa panitia seleksi meminta persyaratan kepada peserta selain ljazah yang terleges juga akreditasi dari Badan Akreditasi nasional Pendidikan Tinggi (BAN_PT).

” Ini yang menjadi dasar keresahan Alumni kita dan sebagian ada yang telah menginformasikan ke saya” terang Al- Musanna.

Dalam kesempatan tersebut, Al- Musanna menerangkan bahwa hampir setiap tahunnya ada perubahan regulasi, regulasi tahun sebelumnya terkadang tidak sama dengan tahun ini, sehingga banyak persoalan yang harus disesuaikan dilapangan, ungkapnya.

Terkait dengan persyaratan yang diminta oleh pihak panitia penyeleksi CPNS Aceh Tengah itu, Al- Musana menyatakan pihaknya tidak memiliki wewenang terkait leges agreditasi karena hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh Badan Akreditasi nasional Pendidikan Tinggi (BAN_PT) di Jakarta, terkecuali dalam hal melakukan Leges Ijazah atau transkrip nilai dan lain-lain, jelasnya, kepada awak media di ruang kerjanya STAIN Gatih Takengon, Selasa (9/10)

Untuk, itu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Pemda Aceh Tengah dan akan menjelaskan pokok persoalan sehingga Alumnus STAIN Gajah Putih dapat mendaftar sebagai peserta Tes CPNS 2018 formasi umum 2018 di Aceh Tengah, harapnya. (GM).

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!