Terkait Isu Penyisipan Guru, Ini Pernyataan Kadis Pendidikan Bener Meriah

REDELONG: Menanggapi pernyataan, Koordinator Aliansi Honorer Bener Meriah, Idawati yang mempertanyakan penyisipan guru kontrak di luar jalur seleksi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (03/03/2018).

Baca: Koordinator Aliansi Honorer Bener Meriah Pertanyakan Penyisipan Guru Kontrak di Luar Jalur Seleksi

Kadis Pendidikan Bener Meriah, Rayendra, memberikan pertanyataan, berikut pernyataan lengkapnya yang diterima Kabargayo melalui WA, Minggu (4/3/2018):

Aslam .Wr.Wb
Membaca rilis berita (3/3/2018) yang memuat “ASUMSI” berupa pertanyaan dari Saudari IDAWATI tentang kesan adanya PENYISIPAN GURU SETELAH SELEKSI maka kami merasa perlu memberikan penjelasan sbb.

1. Rasionalisasi guru Non PNS sesungguhnya untuk memberikan jawaban terhadap tuntutan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bener Meriah.. salah satunya menyangkut permasalahan Mutu, Rasio dan Distribusi guru di seluruh sekolah.

2. Rasionalisasi dimaksud dilakukan melalui proses seleksi untuk mengisi Formasi butuh yang berjumlah 898 formasi yang tersebar di berbagai sekolah di Kabupaten Bener Meriah.

3. Formasi butuh diatas ditetapkan berdasarkan usulan kebutuhan real guru yang diajukan oleh para Kepala Sekolah dan dengan memperhitungkan kelebihan dan kekurangan Guru PNS di setiap sekolah.

4. Keseluruhan formasi butuh ini telah diumumkan pada saat pendaftaran seleksi dibuka dan KITA BERHARAP AGAR SELURUH FORMASI BUTUH tersebut diminati dan dilamar oleh Peserta seleksi.

5. Peserta seleksi adalah Guru honorer yang telah diistirahatkan pada akhir desember 2017 dan DIBERI KEBEBASAN UNTUK MEMILIH/MELAMAR FORMASI BUTUH YANG DIINGINKAN.

6. Seleksi guru Kontrak ini dilaksanakan melalui tahapan VERIFIKASI BERKAS (didalamnya memuat kredit point untuk masa bakti pelamar), TEST TULIS dan TEST MICRO TEACHING. dan RANKING PESERTA SELEKSI pada masing masing FORMASI BUTUH tersusun berdasarkan NILAI AKUMULATIF /NILAI TOTAL dari tahapan tahapan tersebut yang dicapai peserta seleksi.

8. Dengan mempertimbangkan STANDAR MINIMAL KELULUSAN yang harus berlaku untuk semua Peserta Seleksi dan kemungkinan terdapat Guru PNS yang nantinya akan Pensiun, Pindah dlsb. maka didalam penentuan Peserta seleksi yang akan menjadi GURU KONTRAK kita tidak menggunakan bahasa LULUS atau TIDAK LULUS tetapi yang digunakan adalah bahasa KONTRAK atau BELUM.

9. PESERTA SELEKSI yang MENEMPATI PERINGKAT TERBAIK sesuai “JUMLAH” Formasi butuh langsung di IKAT KONTRAK menjadi GURU di FORMASI BUTUH YANG DILAMAR.

CONTOH terdekat yaitu Sdr. IDAWATI sendiri (mohon maaf). Sdr. IDAWATI bersama 5 orang lainnya melamar untuk 1(satu) FORMASI GURU BAHASA INDONESIA di SMPT Darussaadah. ke-6 mereka berusaha untuk menempati Peringkat1 karena otomatis akan masuk katagori KONTRAK..berdasarkan AKUMULASI NILAI ternyata sdr IDAWATI hanya menempati peringkat ke-5 sehingga beliau masuk katagori BELUM artinya beliau tetap mempunyai peluang pada kesempatan lain dan tentu harus bersabar.

10. Berkaitan dengan ISU PENYISIPAN GURU. kami menyatakan bahwa tidak ada SISIP MENYISIP apalagi yang namanya penambahan KUOTA, yang ada adalah PENGISIAN FORMASI BUTUH YANG TELAH DIUMUMKAN TETAPI TIDAK ADA YANG MELAMARNYA seperti FORMASI GURU PRAKARYA, GURU SENI BUDAYA, SEBAHAGIAN GURU PENJASKES, GURU BK DAN GURU DAERAH PINGGIRAN/TERPENCIL.

Proses Pertimbangan/Kebijakan pengisian ini Antara lain :

– Setelah melapor kepada Pimpinan Daerah dan berkonsultasi dengan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan beberapa Praktisi Pendidikan disimpulkan bahwa KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TIDAK BOLEH BERHENTI dengan demikian ketersediaan guru setiap saat BERSIFAT MUTLAK.

– Didalam KEADAAN DARURAT seperti tersebut diatas maka kami harus SECEPATNYA mencari guru yang dapat mengisi kekosongan tersebut, sekalipun bersifat sementara dan berasal dari bidang study lain.
– Guru yang ditunjuk untuk mengisi kekosongan tersebut harus berasal dari Peserta Seleksi yang masuk didalam katagori BELUM.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan melalui Media ini, selanjutnya kami tetap membuka diri untuk komunikasi lebih lanjut, untuk itu kami ucapkan Terimakasih.

(REL)