Terancam Kering, Pemerintahan Shabela Diminta Benahi Irigasi Persawahan di Serule

Ilustrasi

TAKENGON:Entah karena terlupakan oleh pemerintah sebelumnya, warga Desa Serule menuntut pemerintah Shabela Abubakar dan Firdaus untuk segera membenahi irigasi yang pernah dibangun di tahun 2000-an. Saat ini ada 100 hektar persawahan warga terancam kering.

Menurut Aman Anto, irigasi yang ada tersebut sudah sangat lama didambakan oleh masyarakat agar bisa berfungsi kembali seperti sedia kala. Selama ini kondisi irigasi yang sangat payah, apalagi bila musim kemarau datang.

“Kondisi irigasi rusak sehingga tidak optimal berfungsi untuk mengairi persawahan masyarakat,” kata Aman Anto, (8/10). Aman Anto berharap kepada pemerintahan Shabela Abubakar agar bisa memperbaiki irigasi yang ada, agar masyarakat bisa kembali bersawah.

Shabela Abubakar mendengarkan keluhan warga, langsung menanggapi dan turun kelapangan. Desa Serule yang terletak di sebelah timur kabupaten Aceh Tengah berbatasan dengan kabupaten Aceh Timur.

Menurut Shabela, irigasi yang ada dibangun tahun 2000 silam, dan sampai saat ini tidak pernah tersentuh oleh biaya perawatan, sehingga kondisinya sangat payah. “Kondisi irigasi sangat payah, sehingga hampir tidak bisa digunakan. Dengan begitu untuk mengairi persawahan sangat tidak mungkin,” kata Shabela Abubakar.

Tidak hanya sampai disitu, Shabela berjanji akan diprogramkan secara permanen untuk di kerjakan di tahun 2019 nanti, karena ini kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak.

“Kita akan programkan tahun ini, dan kemungkinan tahun depan akan segera di kerjakan, sehingga dengan begitu irigasi dapat berfungsi dengan baik sehingga masyarakat bisa bersawah kembali,” jelas Shabela Abubakar.

Lanjutnya bila tidak langsung direspon, kemungkinan besar ada 100 hektar sawah milik warga Desa Serule, Kecamatan Bintang tidak bisa dikerjakan. Saat ini untuk sementara irigasi akan ditangani pihak BPBD Aceh Tengah untuk mengoptimalkan aliran air ke persawahan warga.(Putra Gayo)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!