Susahnya Menuju Kala Wih Ilang Bukan Perkara Mudah

Ruas jalan ke Kala Wih Ilang masih memprihatinkan, kawasan terpencil di Aceh Tengah ini butuh perhatian

TAKENGON: Meski harus bersusah payah melewati ruas jalan yang sulit dilalui, namun semangat pengabdian tak pernah surut, demikianlah cerita Dokter dan sejumlah staf Pukesmas Merah Mege, Kecamatan Atu Lintang.

Menuju kampung Kala Wih Ilang bukanlah perkara mudah, ruas jalan ke kampung yang jauh dari pusat kecamatan, kondisinya tak baik, licin apalagi musim hujan akan berlumpur hanya mobil double gerdang, kalau tetap nekad maka siap-siap saja mobil tak bergerak alias “ngadat” terjebak oleh lumpur.

Memberikan pelayanan kepada masyarakat, dokter dan perawat dan staf Pukesmas Merah Mege menuju Kala Wih Ilang, Kali ini dalam rangka sunat rasul beberapa orang mualaf di desa tersebut, Kegiatan ini dilakukan olrj Kandepag Aceh Tengah bersama Pukesmas Atu Lintang, Kepala Puskesmas, Abna Faradisioca dan dokter Eni Maqfirah, terjun langsung dalam kegiatan ini, dokter ini bahkan harus membawa buah hatinya ditengah kondisi ekstrem yang masih balita demi tugas sebagi seorang dokter.

Kala Wih Ilang sebenarnya masuk dalam kawasan Kecamatan Pegasing, namun akses ke daerah perkebunan kopi ini lebih dekat ditempuh dari kecamatan Atu Lintang. Kala Wih Ilang merupakan desa binaan Kemenag.

Penduduk Kala Wih Ilang sekitar 100 kepala keluarga. Mereka kebanyakan pendatang dari Sumatra Utara dari batak dan Karo sebagian besar adalah pemeluk non Muslim. Menetap di dusun ini mereka kemudian memutuskan memeluk agama Islam.

Kondisi jalan yang memprihatinkan sebenarnya telah menjadi keluhan warga setempat. Mereka mendambakan ruas jalan diperbaiki, jarak dari ibu kota Kecamatan Atu Lintang kurang lebih 10 Kilometer. Jika segera jalan cepat diperbaiki pemerintah, dipastikan akan sangat berdampak baik warga setempat, terutama meningkatkan perekonomian warga. (Wein Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!