Surat Belajar Daring Dicabut, Santri Besok Mulai Belajar Tatap Muka

  • Whatsapp
Ilustrasi Santri sedang mengikuti kegiatan di Dayah (Photo/Pikiranrakyat)

Kabargayo.com, Takengon: Dinas pendidikan Dayah Aceh Tengah resmi mencabut surat nomor 451.44/19.DPD/2021 tertanggal 26 Juli 2021 tentang pemberitahuan pembelajaran secara Daring selama PPKM berlangsung.

Sejumlah pihak menilai surat itu Overlap dengan Surat Edaran yang dikeeluarkan oleh Bupati Aceh Tengah nomor 2300 tentang perpanjangan berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat kampung untuk pengendalian penyebaran wabah yang merasahkan masyarakat itu.

Read More

Dalam surat Edaran Bupati itu, Dayah diijinkan buka dengan ketentuan-ketentuan yang telah diatur untuk menghindari penyebaran Covid-19 di Pesantren, begitupun dengan upaya-upaya yang harus dilakukan oleh pihak Dayah.

Namun, dinas pendidikan Dayah mengeluarkan kembali surat pemberitahuan belajar daring yang menyebabkan sejumlah pihak meradang atas kebijakan itu.

Surat pemberitahuan itu secara resmi telah dicabut pada Sabtu 31 Juli 2021 dan diganti dengan surat pemberitahuan nomor 451.44/22/DPD/2021 perihal tindak lanjut surat edaran Bupati Aceh Tengah nomor 2300 tahun 2021.

Dalam surat tersebut dikatakan, pertimbangan lain selain Surat Edaran Bupati Aceh Tengah dan hasil pertemuan dengan seluruh pimpinan dayah dan perwakilan Himpunan Ulama Dayah (HUDA) Aceh Tengah pada 30 Juli 2021 yang lalu.

“Kami sampaikan kepada seluruh pimpinan Dayah/pesantren dapat melaksanakan pemondokan santri dan pembelajaran di dayah mulai besok, Senin 2 Agustus 2021,” kata Plt Kepala dinas pendidikan dayah, Drs Muslim dalam surat tersebut.

Meski telah diberi lampu hijau untuk belajar tatap muka, pihak dinas tetap memberi penekanan untuk mematuhi surat edaran Bupati Aceh Tengah nomo 2300 yang tercantum dalam poin C.

Dalam poin C itu disebutkan, membatasi kunjungan orang tua santri, pengajar/guru dan santri di dayah melakukan pemantauan suhu tubuh secara berkala dan membentuk tim pengawas pelaksanaan protokol kesehatan  Covid-19.

Pihak Pesantren juga meminta untuk menyediakan sarana cuci tangan dan Hand Sanitizer pada setiap pintu masuk ruang belajar. Semua harus mengenakan masker, mengatur jarak duduk minimal satu meter dan menyiapkakan ruang kesehatan santri (UKS) dalam lingkungan dayah serta berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat.

“Ini harus kita patuhi, Prokes secara ekstra harus kita lakukan, sehingga Aceh Tengah aman dari penyebaran Covid-19,” terang Muslim berharap wabah ini segera berlalu. (KG31)

Related posts