Sopir Truck Pasir di Bener Meriah Pertanyakan Kenaikan Harga Material

REDELONG: Para sopir truck pasir pertanyakan kenaikan harga pasir yang dinilai dilakukan sepihak oleh pemilik Galian C yang masih beroperasi pasca penutupan sejumlah Galian C. Hal tersebut mereka pertanyakan ketika mengelar aksi demo ke DPRK Bener Meriah, Selasa (24/4/2018).

Ketika melakukan pertemuan dengan Anggota DPRK Bener Meriah, para supir truck pasir yang merasa dirugikan ini menyampaikan kenaikan harga material pasir dan bebatuan yang dilakukan oleh pemilik Galian C yang masih beroperasi dilakukan tanpa adanya kesepakatan dengan mereka.

Menyikapi persoalan tersebut pimpinan rapat anggota DPRK Bener Meriah dalam pertemuan itu, Sapri kemudian mempertanyakan hal tersebut kepada pengusaha galian C terkait kenaikan harga tersebut. Pihak pemilik Galian C yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut menjawab bahwa kenaikan harga tersebut masih wacana dan belum ditetapkan.

Sementara itu, ketua organda Kabupaten Bener Meriah, M. Arif mengatakan dampak dari ditutupnya sejumlah Galian membawa dampak bagi masyarakat, mulai dari pekerja, pengusaha termasuk pemerintah sendiri, belum lagi ketika pelaksanaan proyek dan pengelolaan dana desa akibat terhentinya pekerjaan karena kekurangan bahan material pasir dan bebatuan.

Para supir truck yang melakukan aksi demo ini mendesak DPRK dan pemkab Bener Meriah, untuk membuka kembali usaha galian C sembari menuggu ijin usaha galian C turun dari provinsi, proses pengurusan ke Provinsi butuh waktu 30 hari kerja. (Wein Pengembara).