Sesuai Kalender Akademik, Sekolah Tatap Muka di Aceh Tengah Mulai 13 Juli 2020

  • Whatsapp

KABARGAYO.COM, Takengon; Terkait wacana sekolah tatap muka di Aceh sesuai kalender pendidikan di Aceh akan aktif kembali pasca libur lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah pada 02 Juni 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah membenarkan bahwa wacana tatap muka seharusnya dilakukan pada 02 Juni 2020, meski dalam suasana sedang melawan Pandemi Covid-19. Meski kata Uswatuddin saat ini pihaknya sedang menunggu Surat Edaran (SE) dari Plt Gubernur Aceh.

Read More

Namun kata dia, pada tanggal 2 hingga 20 Juni 2020 mendatang tidak ada jadwal belajar tatap muka melainkan hanya kepala sekolah dan guru yang hadir kesekolah untuk mempersiapkan pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) dan persiapan naik kelas.

“Mengingat masa darurat penyebaran Corona virus Disease masih berjalan, kepada pihak sekolah untuk semua jenjang dibawah naungan dinas pendidikan Aceh Tengah agar tetap melaksanakan proses belajar dirumah,” terang Uswatuddin kepada Kabargayo.com, Sabtu (30/05/2020) di Takengon.

Pada saat pembagian raport kata Uswatuddin, siswa hadir pada tanggal 20 Juni 2020 mendatang dengan mengikuti protokol kesehatan. Pihak sekolah menyediakan fasilitas pencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak, sekolah menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Jika protokol kesehatan tak diindahkan pihak sekolah melalui Security tak mengijinkan masuk kelingkungan sekolah.

Sesuai kalender akademik kata Uswatuddin, pada tanggal 22 juni 2020 mendatang hingga 11 Juli 2020 telah tiba dijadwal libur semester.

“Ini semua sudah tercatat dalam kalender akademik, Insyaallah tanggal 13 Juli 2020 masuk sekolah awal tahun ajaran baru 2020/2021,” terangnya.

Meski siswa-siswi mulai aktif pada jadwal yang direncanakan itu mereka (Siswa-siswi-red) tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menyediakan wastafel dan tempat untuk mencuci tangan.

“Kami akan upayakan tetap mematuhi protokol kesehatan, tetap jaga jarak dan rutin cuci tangan bahkan menyediakan Hand Sanitizer, bahkan kami akan berupaya tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS)” kata Uswatuddin.

Tak hanya itu, pihaknya turut mengatur tentang siswa dan tenaga pengajar untuk membuat shift, bahkan pihaknya turut mengurangi jam belajar, sebelumnya pukul 14.00 wib kini hanya pukul 12.00 wib.

“saat ini kami sedang menyusun konsep untuk TK, SD dan SMP,” tutup Uswatuddin berharap wabah kian meresahkan masyarakat tanah air itu segera berlalu. (Kar)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts