Sebuah Kepedulian dan Sunatan Massal di Gedung Dewan Aceh Tengah

  • Whatsapp

TAKENGON: Ada pemandangan yang berbeda di gedung DPRK Aceh Tengah. Ruangan sidang yang sedianya dipakai untuk rapat sidang anggota dewan, Jumat pagi dipakai jadi tempat kegiatan sosial sunatan massal. (10/1/2020).

Read More

Kegiatan amal ini dilakukan oleh perkumpulan yang menamakan diri; Relawan Kesehatan Door To Door yang anggotanya terdiri dari sejumlah tenaga kesehatan di Aceh Tengah. Salah satu anggotanya adalah Juniara Fitriani, Amd.Keb,  isteri ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega.

Sunatan massal ini khusus di peruntukan untuk anak-anak yatim dan dari keluarga tidak mampu di Aceh Tengah yang sudah waktunya dikhitan tetapi mengalami kendala pembiayaan.

“Nah kita berusaha membantu mereka bisa dikhitan, karena merupakan kewajiban yang harus ditunaikan”papar Juniara.

Atas permintaan ketua Dewan DPRK Aceh dan sejumlah anggota lembaga perwakilan rakyat itu, sunatan massal ini digelar di DPRK Aceh Tengah.

” Anak-anak yang mengikuti sunatan massal di Gedung DPRK sejumlah 8 orang, sebenarnya kita targetkan 30 anak, namun karena sebagian orang tua mereka tidak bisa hadir karena sedang bekerja, kita jadwalkan sisanya minggu depan kita laksanakan di kampung-kampung mereka”jelasnya.

Sejumlah anggota DPRK aceh Tengah, sekwan dan Tim Relawan berfoto bersama usai kegiatan sunatan massal di gedung dewan, Jumat (10/1/2020)

Anggota Pokja IV PKK Kabupaten Aceh Tengah ini juga mengungkapkan, tim relawan ini telah sejak lama bergerak melakukan sunatan massal secara door to door, tercatat puluhan anak telah dikhitan dengan cuma-cuma.

“Ada kepuasan dan rasa haru yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata sangat melihat senyum anak-anak dan orang tua mereka  ketika dapat membantu mereka dengan apa yang bisa kita lakukan”kata Juniara.

Awalnya tim relawan ini bergerak atas inisiatif sendiri dan dengan swadaya sendiri. Kegiatan positif ini dalam perjalanannya kemudian mendapatkan suport dari sejumlah pihak, termasuk dari Ketua DPRK Aceh Tengah, anggota dewan dan Bank Aceh.

“Tim relawan berasal dari berbagai tenaga kesehatan yang bekerja disejumlah institusi kesehatan di Aceh Tengah, ada perawat dari Pamar, dari RSUD Datu Beru, Dokter dan lainnya, jumlahnya 16 orang”kata Bidan yang memulai karier sejak 1996 ini.

Dalam kegiatan ini Tim Relawan tak meminta biaya dari keluarga yang anaknya dikhitan. Selain sunat gratis anak-anak juga diberikan uang saku.

Mungkin untuk sebagian orang tidak ada kesulitan ketika hendak mengkhitan anak mereka saat sudah waktunya, namun bagi sebagian keluarga yang tidak mampu dan tak punya biaya mereka terpaksa terus menunda padahal sudah cukup umur.

Dari sejumlah anak yang telah mengikuti sunatan massal, Tim Relawan bahkan menjumpai anak yang telah SMP namun belum disunat.

“Dari hal inilah kita buat kegiatan amal ini, untuk membantu sesama yang kurang beruntung”papar Juniara yang saat ini bertugas di RSUD Datu Beru.

Selain diwajibkan bagi umat muslim, khitan atau sunat yang dalam bahasa medis disebut sirkumsisi sangat bermanfaat untuk kesehatan salah satunya mencegah penyakit, berbagai penelitian telah membuktikannya.

“Tujuan kita tak lain, agar anak-anak yang tidak mampu tetap bisa menunaikan kewajibannya untuk khitan sesuai syariat Islam”pungkas Juniara (Arsadi)

Related posts