Satu Warga Penguna Media Sosial di Takengon, Dipanggil Penyidik Reskrim Polres Aceh Tengah

  • Whatsapp
Postingan JM yang membuat dirinya harus berurusan dengan aparat penegak hukum (foto-Facebook)

Kabargayo.com,Takengon; Gunakan media sosial dengan bijak. Kalimat itu sering kali kita baca dan dengar dari para netijen dan pengamat. Dan ada lagi yang mengatakan, jaga jari jangan sampai ke jeruji.

Apalagi dalam situasi saat ini. Semua kita membutuhkan informasi yang benar dan pantas. Banyak berita hoax dan provokatif yang disebar pihak yang tidak bertangungjawab dan tak jarang harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Read More

Begitu juga saat ini yang dialami oleh warga Kota Dingin Takengon. Berinisial JM membuat kalimat Hoax dan sangat mengangu dan akan berakibat fatal dalam situasi pandemi saat ini.

JM harus berurusan dengan aparat kepolisian Aceh Tengah, karena memuat konten yang sangat provokatif. Dengan menulis kalimat di dinding Facebook miliknya dengan kalimat “RS. Datu Beru semua vasien mati di covidkan”.

Kalimat ini sungguh menganggu kenyamanan para medis yang tengah bekerja siang malam, untuk saat ini.

Seperti disampaikan Kapolres Aceh Tengah AKBP Sandy Sinurat, saat ini JM sudah diproses lidik, karena postinganya di sosial media itu cenderung Hoax dan provokatif, dan sangat mencederai banyak pihak terutama pihak medis yang bekerja menangani pasien corona.

“Tengah ditangani dan diperiksa penyidik Polres, isi postinganya cenderung hoax dan provokatif untuk situasi saat ini. Dan sangat mencederai banyak pihak terutama pihak medis yang bekerja siang malam,” kata Sandy Sinurat, (1/8).

Sandy Sinurat mengharapkan semua masyarakat agar saling membantu untuk situasi saat ini. “Jangan saling melemahkan, ini situasi darurat untuk kita harus bisa saling menghargai jerih payah sesama dalam menangani pandemi,” ajak Sandy Sinurat. (KG45)

  • Whatsapp

Related posts