Purna Tugas di Mata Bupati Shabela Abubakar, Hardi Yanis Cukup “Membahana”

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon; Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon, dr. Hardi Yanis, SpPD telah memasuki masa purna tugas sebagai ASN aktif. Berkarir di RS Datu Beru selama 13 tahun lamanya, dipercaya Bupati terdahulu Nasaruddin kemudian berlanjut ke pemerintahan dibawah pimpinan Shabela Abubakar, begitu lama memang.
Malam lepas tugas Hardi Yanis, Bupati Shabela tak henti memberikan pujian terhadap warga turunan itu. Hardi Yanis adalah sosok berdedikasi, penuh tangungjawab dan inspiratif. 
Karena keuletanya pula RS. Datu Beru menjadi “rumah” perawatan yang terbaik dimata Bupati Shabela Abubakar, dan terlengkap serta memiliki jumlah ranjang rawatan terbanyak di Aceh, setelah RS. Zainal Arifin Banda Aceh. 
Demikian disampaikan Bupati Shabela Abubakar saat acara pelepasan purna tugas Hardi Yanis selaku Direktur RSUD Datu Beru Takengon di Gedung Ummi Pendopo, (9/7) malam.
“Adik saya dokter Hardi ini adalah sosok yang berdedikasi dan bertanggungjawab akan tugas-tugasnya, ini dapat kita lihat bagaimana RSUD Datu Beru terus berkembang dari waktu ke waktu,” kata Shabela.
Dikatakan Shabela, berbagai prestasi sudah ditorehkan oleh dr. Hardi sejak memimpin rumah sakit ini. Banyak perubahan besar terjadi di RSUD Datu Beru Takengon mulai dari insfrastruktur, peralatan, pelayanan dan tenaga medis yang semakin baik.
“Selama kepemimpinannya, pemikiran inspiratif dan inovatif terus dikontribusikan untuk memajukan rumah sakit yang kita banggakan ini,” puji Shabela.
Bupati harapkan kepada pimpinan baru RS. Datu Beru yang baru lebih bisa mengembangkan pemikiran dalam menghadapi dunia global dan dunia digital saat ini.
“Ini penting, mengingat pencapaian yang telah diperoleh RSUD Datu Beru Takengon selama satu dekade ini jangan sampai mundur seiring dengan berakhirnya tugas seorang direktur yang lama, dan bila perlu dibawah kepemimpinan yang baru, RSUD Datu Beru Takengon dapat berkembang lebih hebat lagi,” harap Shabela.
Shabela juga berharap pengalaman dan profesi kedokteran spesialis yang dimiliki sang dokter dapat terus didarma baktikan untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah.
“Jadi, meski dokter Hardi sudah purna tugas, tali silaturrahmi dengan kami jangan sampai terputus, bahkan harus lebih terjalin erat lagi,” tutupnya. (KG45)

  • Whatsapp

Related posts