Proyek Tahunan Perawatan Jalan Kota Takengon, Butuh Penanganan Jaksa

  • Whatsapp
Jalan berlubang ini di jalan lintang, beberapa kali masyarakat menimbun dan disemen tetap saja berlubang, terakhir menjelang Hari Raya Idul Adha ditibun dnegan batu oleh dinas. Saat ini kembali berlubang. (foto-kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon; Kota Takengon, lima tahun terakhir telah menjadi daerah kunjungan wisata. Daerah penghasil kopi Arabika itu setiap pekanya disesaki pengunjung, walau pada masa wabah corona melanda.

Namun yang sangat disayangkan tiga tahun ini, kondisi jalan berlubang di beberapa titik belum juga dilakukan perbaikan. Kalaupun ada perbaikan tahun depan masih kerjaan yang sama dilakukan dinas terkait.

Read More

Proyek jalan berlubang, seperti menjadi agenda tahunan yang menyerap anggaran daerah ratusan juta hingga miliaran rupiah. Seperti tahun 2019 lalu ada sekitar 2 miliar lebih dana perawatan jalan Kota Takengon, yang dikucurkan.

Namun anehnya, tahun ini masih dugaan jalan yang sama di perbaiki dengan jumlah anggaran yang sama pula. Seperti penyampian Kabid pemeliharaan jalan, jembatan dan Peralatan, Rusydan, ST. Di tahun 2019 lalu ada sekitar 2 miliar lebih perawatan jalan. Demikian juga tahun 2020. “Anggaranya tidak berbeda jauh nilainya deengan tahun lalu,” kata Rusydan saat di konfirmasi, (19/8).

Besarnya anggaran rutin perawatan jalan di Aceh Tengah selama dua tahun ini, belum juga mampu membuat masyarakat nyaman dalam berkendara. Hampir di setiap panjang jalan masih terdapat jalan berlubang yang membuat pengendara harus ekstra hati-hati.

Posisi jalan berlubang ini arah Kebayakan dari Simpang Empat Bebesen, beberapa hari lalu pengendara terjungkal jatuh akibat lubang sedalam 7 centimeter. (foto-kabargayo)

Jalan elak, lorong Smea di beberapa titik masih terdapat lubang yang menganga lebar dan dalam, dan sering terjadi kecelakaan. “Disini sering terjadi kecelakaan, apalagi di tanjakan depan sana,” tunjuk seorang warga yang tinggal disekitar jalan itu.

Masyarakat penguna jalan, Muhammad Rusdi mencurigai bahwa dalam pengunaan anggaran perawatan jalan telah terjadi dugaan korupsi yang besar dan poteni merugikan negara.

“Setiap tahun jalan yang sama di perbaiki, apakah kwalitas bahan sangat rendah, berarti terjadi dugaan korupsi. Pihak berwajib sudah sewajarnya memeriksa semua yang terlibat dalam perawatan jalan tadi, butuh penanganan jaksa,” pinta M. Rusdi.

Menurutnya kalau ini terus dibiarkan, jalan dalam Kota Takengon tidak pernah “beres” alias bagus. “Mungkin saja materialnya hanya batu yang ditaruh di jalan berlobang, datang hujan di lindas kendaraan, berlubang lagi, tahun depan tempel lagi, aneh,” ujar Rusdi lagi.

Sudah sewajarnya pihak kejaksaan turun, meluruskan yang kusut di bagian perawatan jalan Kota Takengon, agar kota yang indah ini tetap nyaman dan menjadi kunjungan para wisatawan luar Aceh Tengah, harap M. Rusdi mengakhiri. (KG45)  

  • Whatsapp

Related posts