Plt Gubernur Aceh Minta Layanan Pengurusan Surat Keterangan Sehat di RSJA Mudah dan Cepat

BANDA ACEH: Permintaan Plt Gubernur Aceh untuk memperbaiki pelayanan pengurusan Surat Kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Aceh (RSJA) yang dibutuhkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) langsung direspon cepat oleh pihak RSJA.

“Langsung kita perbaiki,” kata dr Makhrozal menjawab permintaan Plt Gubernur Aceh melalui dr Taqwallah, Asisten Sekda Aceh bidang Pembangunan dan Ekonomi, Rabu (23/1).

Dipandu Taqwallah, perubahan dilakukan dengan memusatkan pelayanan disatu tempat, yaitu di Gedung Rawat Jalan RSJA.

Perbaikan lain, proses legalisir juga dipercepat dengan menyediakan fotocopy langsung ditempat. “Jika biasanya klien yang fotocopy sendiri maka menghadapi lonjakan jumlah klien kami sediakan fotocopy ditempat,” kata dr Makhrozal, Direktur RSJA.

Dijelaskan, sejak awal Januari 2019 terjadi lonjakan jumlah klien yang mengurus surat kesehatan, yaitu surat keterangan kesehatan jasmani, surat keterangan kesehatan jiwa, dan surat keterangan bebas narkoba.

“Lonjakannya lebih dari 100 orang perhari, bahkan pernah sampai 400 klien,” sebutnya.

Dirincikan, untuk mengurus tiga jenis surat keterangan kesehatan memerlukan waktu lebih kurang 2, 5 jam, dengan rincian pemeriksaan kesehatan jasmani 30 menit, pemeriksaan kesehatan jiwa 60 menit dan pemeriksaan narkoba 60 menit.

Khusus untuk pemeriksaan kesehatan jiwa dan bebas narkoba ada jenis pemeriksaan yang memeng membutuhkan waktu yang lebih banyak, seperti tes ujian tulis General Health Questionaire dengan jumlah item soal 58 item soal.

“Sementara untuk bebas narkoba ada ada pemeriksaan urine di laboratorium dengan 6 parameter Multidrug,” tambahnya.

Enam parameter itu adalah benzodiazepine, canabis, amphetanine, cocain, morphine, dan methamphetamine.

“Pelayanan publik yang mudah, cepat, ramah, menyenangkan dan ada kepastian waktu harus diutamakan, keluhan warga harus segera direspone dengan baik,” kata Taqwallah dihadapan jajaran RSJA.

Direktur RSJA memastikan pelayanan pengurusan surat kesehatan berjalan normal meskipun terjadi lonjakan pengurusan, kecuali memang ada kendala teknis yang tidak dapat diatasi segera.

“Kita minta maaf jika ada yang mengeluh, dan semua keluhan kita respon dengan perbaikan layanan, dan terimakasih atas respon yang sangat berguna bagi memastikan warga yang membutuhkan layanan dapat kami layani dengan baik,” tutup Makhrozal.

Diperkirakan ada 3.515 CPNS yang membutuhkan surat kererangan kesehatan. Sampai saat ini, sudah terlayani 3.343 orang.(REL)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!