Plt Bupati Bener Meriah Wisuda 1140 Santri Dari 255 TPA

REDELONG : Sedikitnya 1140 Santriwan-santriwati dari 255 unit TPA se-kabupaten Bener Meriah di Wisuda Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Quran ( LPPTKA) yang bekerjasama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia ( BKPRMI) Kabupaten Bener Meriah. Minggu 14 Oktober 2018 di GORS setempat.

Jubir Umar, S. Pdi ketua Panitia penyelenggara Wisuda tersebut menyampaikan, pada tahun ini sebanyak 1140 santriwan dan santriwan di Wisuda yang berasal dari 255 unit TPA se-kabupaten Bener Meriah.

Adapun peserta wisuda dari Kecamatan Wih Pesam sebanyak 137 orang, Timang Gajah 225, Pintu Rime Gayo 64, Gajah Putih 77, Bukit 201, Bandar 246, Permata 96, Bener Kelipah 64, Mesidah 26, dan Kecamatan Syiah Utama sebanyak 4 orang santri.

Menurut Jubir Umar, peserta Wisuda santri TKA- TPA- TQA ke-8 tahun 2018 lebih sedikit bila dibandingkan dengan wisuda ke-7 tahun kemarin. Karena santri yang akan di Wisuda tahun 2018 terlebih dahulu harus mengikuti Munafasah.

” Sebelum diwisuda para Santriwan-santriwati kita munafasah, dalam munafasah pertama sekali diuji baca Al-Quran, bacaan sholat, do’a sehari-hari, surat surat pendek kurang lebih 22 surat untuk tingkat SMP, dan 12 surat tingkat SD”. Ungkap Ustads Jubir Umar.

Dia mengatakan, kendati para santri mengikuti munafasah belum tentu dia lulus, karena penilai utama kita adalah harus bisa baca Al-Quran dengan benar.

” Walau mengikuti munafasah tidak secara otomatis para santri lulus, karena yang menjadi penilaian utama adalah mampu membaca Al-Quran dengan benar walaupun membacanya tidak begitu lancar namun bacaanya benar maka dia bisa diwisuda. Papar ketua Panitia wisuda tersebut.

Dalam arahanya, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi mengatakan, pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan kedepanya semakin banyak Santriwan-santriwati yang diwisuda.

Dalam kesempatan tersebut, Abuya H Sarkawi juga membandingkan cara mengajar, kalau zaman dahulu Ustads yang mengajar rata-rata memegang rotan, namun kalau sekarang Ustads atau ustadzah memegang pulpen itulah perbedaan delu sama sekarang.

” Zaman dulu Ustad atau ustadzah bila memukul santri biasa saja, namun kalau jaman sekarang bisa jadi menjadi personal bila dipukul “. Sebut Abuya Sarkawi.

Dia mengatakan, untuk para orang tua bila anak-anaknya barangkali dipukul sedikit oleh ustads pada saat diajar biarkanlah, kan toh itu supaya anak kita dapat memahami ilmu Agama. Pinta Abuya Sarkawi.

Plt Bupati Bener itu juga menegaskan, insya pemerintah Kabupaten Bener Meriah kedepanya akan terus memberikan perhatian dan sentuhan kepada Guru TPA, ustadzah dengan meningkat insentifnya. Papar Abuya Sarkawi. ( Gona )

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!