Peserta Aksi Diduga Dipukul Oleh Oknum Anggota DPRK, Korlap: Kami Akan Lapor Polisi

  • Whatsapp
Korban Bambang Adha dugaan pemukulan oleh oknum anggota DPRK Aceh Tengah (Photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Salah satu peserta aksi diketahui bernama Bambang Adha diduga dipukul oleh salah satu oknum anggota DPRK Aceh Tengah.

Dugaan pemukulan itu berlangsung ketika peserta aksi hendak masuk kedalam ruangan gedung DPRK. Sontak suasana berubah, ada teriakan ditengah-tengah ratusan masa itu, sehingga polisi dan peserta aksi terlibat saling dorong.

Read More

“Diduga dipukul oleh oknum anggota DPRK Aceh Tengah, atas perlakuan ini, kami akan laporkan ke polisi, dalam hal ini Polres Aceh Tengah,” kata Koordinator Lapangan aksi Dedi Ruslan, Selasa 23/11/2020.

Kehadiran mereka ke Gedung DPRK itu untuk meminta keadilan dari Pemerintah Daearah terkait pembangunan infrastruktur utamanya pembangunan jalan di Kecamatan itu dinilai dianaktirikan oleh Pemkab Aceh Tengah.

Saat ini, warga disana telah menanam pohon pisang ditengah jalan sebagai bentuk protes akibat tidak meratanya pembangunan jalan didaerah itu. kekesalan itu mereka luapkan hari ini di gedung DPRK, dengan harapan solusi kongkrit dapat ditemukan.

Beberapa dinaspun dikumpulkan di Gedung DPRK, mulai dari Kepala Bappeda, Kepala PUPR dan Sekda Aceh Tengah. beberapa dinas vital ini diminta menjelaskan kepada peserta aksi terkait minimnya serapan anggaran pembangunan di Kecamatan Ketol.

Termasuk meminta kejelasan sejumlah proyek seharusnya dikerjakan di Kecamatan Ketol namun realisasinya dikerjakan didaerah lain. Menurut Kepala Bappeda Aceh Tengah, itu mutlak kesalahan dinas.

Waktu itu saya tekankan dalam Musrenbang ada kegiatan pemeliharaan jalan Gelumpang Payung Pondok Balik, yang ada dipikiran kami itu jalan Kecamatan Ketol, ternyata seetelah dilihat di titik kordinat itu bukan Ketol, melainkan di Kute Panang, itu kesalahan kami,” kata Amir Hamzah mengakui kesalahanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Tengah Khaidir mengaku, anggaran daerah katanya saat ini terganggu karena wabah Covid-19 sehingga terjadi recofusing anggaran hanya ada dua ruas jalan yang dilanjutkan diantaranya, Gelumpang Payung Pondok Balik dan Gelumpang Payung Rusip Arul Pertik di Kecamatan Rusip.

Sementara itu Plt Sekda Aceh Tengah Arslan mengatakan, tahun 2021 mendatang pihaknya akan menambahkan panjang ruas jalan Ratawali Blang Mancung 9,4 kilo.

“Tahun 2020 sudah dilaksanakan, ini komitmen kami di tahun 2021, mudah-mudahan bisa memuaskan, Covid membuat kita sulit bergerak utamanya masalah anggaran,” kata Arslan selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah setempat.

Akhirnya pertemuan itu usai setelah peserta aksi bersama DPRK Aceh Tengah dan Pemkab sepakat untuk menambal jalan yang rusak di Kecamatan Ketol pada Senin 30 November mendatang.

Pihak dinas PUPR akan menurunkan alat berat sesuai permintaan peserta aksi, sedangkan ruas jalan yang rusak itu diminta dianggarkan penyempurnaanya pada tahun 2021 mendatang.

Lain itu, Anggota DPRK Aceh Tengah dari Dapil III diminta menyalurkan Aspirasinya di Kecamatan Ketol pada tahun 2021 mendatang. Kesepakatan itu dituangkan dalam sebuah surat pernyataan yang ditandatangani oleh pihak terkait. (KG31)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts