Penting Untuk Promosi Kopi Gayo GBC Dukung Penuh Gamifest

TAKENGON:Gayo barista community (GBC) komunitas yang menghimpun para barista di Takengon dan Bener Meriah dukung terlaksananya Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018.

Bentuk dukungan kata Sekretaris GBC, Alfi, telah disampaikan langsung kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dan Dinas Pariwisata Kepemudaan Olahraga Aceh Tengah.

“Kami memandang, dengan posisi 3 Kabupaten di Aceh memiliki perkebunan kopi terluas di Asia Tenggara, apalagi kopi merupakan warisan asli masyarakat Gayo selain seni dan budayanya, maka GBC telah meminta kepada dinas kebudayaan & pariwisata Aceh, untuk menjadikan Coffee Festival nanti benar benar sebuah pesta rakyat yang besar, bukannya hanya sekedar pameran stand produk,” kata Alfi.

Dijelaskan, pihaknya mendukung Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh dalam mengenalkan Dataran Tinggi Gayo kepada dunia, dengan catatan, festival kopi haruslah menampilkan semua edukasi dan proses mulai dari hulu sampai hilir, mulai dari budidaya sampai akhirnya jadi produk dan diminum, terlebih lagi festival tersebut diadakan di tengah masyarakat yang selama ini hidup dan berusaha dari kopi.

“Jika acaranya tidak berbobot, kami masyarakat Gayo yang malu, pemerintah kabupaten malu, festival kopi ini cerminan kualitas sumber daya manusia yang bergerak di bidang kopi di daerah ini,” ucap Alfi.

Apalagi jelasnya, GAMIFest rencananya dibuka langsung oleh presiden RI, Joko Widodo, dan dihadiri juga oleh para menteri kabinet di Lapangan Musara Alun, Takengon, Aceh Tengah. Acara ditutup di Gayo Lues dalam event peringatan Tari Saman sedunia pada 24 November mendatang

“Apalagi Pemerintah Aceh berencana mendatangkan 20 ribuan pengjlunjung ke dataran tinggi Gayo, jadi festival kopi tak dibuar sekedar festival,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) atau Festival Internasional Dataran Tinggi Gayo dan Alas akan digelar di empat kabupaten di Aceh, 14 September-24 November 2018.

Festival ini akan digelar di Dataran Tinggi Gayo meliputi Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah. Sementara Alas merupakan kawasan yang berada di Aceh Tenggara.

Menurut seorang tim Persiapan GAMIFest dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), Fikar W Eda, GAMIFest merupakan pintu masuk dalam pengembangan kawasan Dataran Tinggi Gayo-Alas.

“Tujuan mengusung GAMIFest adalah untuk pengembangan khusus yang strategis bagi Dataran Tinggi Gayo-Alas. Karena di Provinsi Aceh ada tiga kawasan, kawan pesisir, kawasan kepulauan dan pegunungan. Tentu pendekatan kepada tiga wilayah ini berbeda, sehingga tidak bisa disamakan. Apalagi kawasan pesisir jauh lebih maju dibandingkan dengan kawasan pegunungan,” kata Fikar, Selasa (4/9/2018).

Kawasan ini dianggap perlu pengembangan secara khusus berdasarkan potensi spesifikasi yang ada di empat kabupaten itu.

Fikar menjelaskan event ini membutuhkan infrastruktur yang baik juga kebutuhan lain dalam rangka mempercepat pembangunan kawasan, yang pada ujungnya akan menuju pada peningkatan kesejahteraan.(IW)