Penjelasan Shabela terkait Unjuk Rasa Tolak Kehadiran Perusahaan Tambang Emas di Linge

TAKENGON: Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar ketika menemui massa aksi unjuk rasa tolak kehadiran perusahaan tambang emas di Linge menyatakan akan memikirkan dahulu tuntutan yang disampaikan oleh gabungan beberapa elemen masyarakat di Kabupaten penghasil kopi itu. Senin (8/4/2019).

Shabela mengatakan untuk penolakan masih ada proses yang harus dijalani. Ia meminta untuk terlebih dahulu dipikirkan dan tidak terburu-buru menolak. Ia menyarankan untuk terlebih dahulu melihat langsung wilayah tambang emas di Linge. Agar diketahui dampak positif dan negatifnya.

“Sebaiknya kita turun bersama ke Linge untuk melihat langsung lokasinya, kami yang fasilitasi” kata Shabela saat bertemu dengan peserta aksi di ruang sidang DPRK Aceh Tengah.

Orang nomor satu di Aceh Tengah ini menerangkan, IUP PT Linge Mineral Resource di tanda-tangani pada 2009 silam. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti dimana lokasi dan berapa luas lahan yang dikelola oleh PT. Linge Mineral Resource dan PT Takengon Mineral Resource.

Jika nantinya didapati dampak negatifnya lebih banyak, kata Shabela ia orang pertama yang akan menolak.

Perihal desakan kepada Plt Gubernur Aceh tetap melanjutkan Instruksi Gubernur (Ingub) tentang Moratorium Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam dan Batubara, Bupati Aceh Tengah ini menyatakan mendukung penuh.

” Kalau melanjutkan moratorium saya mendukung penuh”tegas Shabela.

Sebelumnya rangkaian aksi menolak kehadiran PT Linge Mineral Resource yang dilakukan seratusan pendemo tersebut sempat memanas dan diwarnai aksi saling dorong.

Para peserta aksi akhirnya membubarkan diri setelah adanya kesepakatan untuk menandatangi fakta integritas yang berisi desakan kepada Plt Gubernur Aceh untuk tetap melanjutkan moratorium Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam dan Batu Bara di Aceh terutama di Aceh Tengah. (Wein Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!