Pegawai Badan Pengelola Migas Aceh Diambil Sumpah

BANDA ACEH: Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melaksanakan pengambilan sumpah, penandatanganan pakta integritas dan pembukaan program onboarding (pembekalan) pegawai BPMA dalam rangka pengalihan manajemen pengelolaan kegiatan usaha hulu migas di Aceh dari SKK Migas ke BPMA pada Rabu malam, 12 September 2018 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.

Azhari Idris, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPMA melakukan pengambilan terhadap 55 pegawai BPMA. Prosesi Pengukuhan dilanjutkan dengan Penandatanganan Pakta Integritas yang
disaksikankan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar.

“Pegawai BPMA merupakan Putra Putri Aceh terbaik yang mempunyai pengalaman di kegiatan usaha hulu migas baik dalam maupun luar negeri yang berkomitmen untuk balik dan
membangun Aceh ,” jelas Azhari Idris.

Azhari Idris mengharapkan kepada seluruh pegawai BPMA agar dapat menjalankan tugasnya masing–masing dan nantinya dapat membangun perekonomian Aceh yang lebih baik lagi di
masa yang akan datang.

Menurut Plt Kepala BPMA ini, pegawai BPMA yang baru diambil sumpahnya malam ini akan melakukan pengendalian dan pengawasan guna menggenjot operasi semua blok migas yang 

berada di Aceh, khususnya, Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB, yang sedang proses perpanjangan kontrak, Medco EP Blok A Malaka, yang sudah berproduksi dan pengembangan sumur baru.

Selanjutnya, juga Pertamina EP Rantau, yang sudah berproduksi dan penjajakan pengalihan status ke BPMA,  Triangle Pase Inc Blok A Pase, yang sudah berproduksi,  Talisman-Repsol Blok Andaman III, yang sedang persiapan pemboran sumur explorasi, Renco Energy South Blok A, sedang persiapan pemboran sumur explorasi dan Zaratex N.V Blok Lhokseumawe, dalam proses approval POD (Plan of Development).

Sementara Nova Iriansyah, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh  membuka secara resmi Program Onboarding (Pembekalan) bagi pegawai BPMA yang berlangsung mulai 10 hingga 29 September 2018 dalam Rangka Pengalihan Manajemen Pengelolaan kegiatan Usaha Hulu Migas Aceh ke 

BPMA. Nantinya pegawai BPMA akan melakukan coaching di SKK Migas dan kemudian dilanjutkan dengan On the Job Training (OJT).Hal ini sesuai dengan rencana kerja pemantapan sumberdaya pegawai BPMA untuk dapat menjalankan fungsinya masing-masing dan mengembangkan kapasitas teknis. Saat ini BPMA sedang dalam masa transisi untuk menerima pengalihan manajemen pengelolaan industri hulu migas di Aceh dari SKK Migas yang ditargetkan selesai pada Januari 2019 nanti.

“Anda mengemban amanah dan ekspektasi rakyat Aceh yang begitu tinggi terhadap perkembangan kegiatan Usaha Hulu Migas Aceh. Nantinya para pegawai BPMA menjadi lokomotif terdepan untuk memajukan dan mengelola Hulu Migas Aceh,” jelas Nova dalam arahannya kepada pegawai BPMA.

Nova berharap di tengah menurunnya produksi perminyakan di Indonesia, maka dengan adanya BPMA diharapkan, Aceh dapat bangkit di sektor hulu migas.BPMA akan full operation setelah seluruh kegiatan onboarding, coaching di SKK Migas, dan On the Job Training (OJT) di KKKS untuk selanjutnya terjun langsung melakukan pengawasan operasional KKKS secara penuh sesuai amanat PP No 23 tahun 2015.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas menyatakan, “BPMA akan berkolaborasi dengan SKK Migas untuk kepentingan hulu migas dan SKK Migas siap memberikan full supportdalam rangka manajemen alih pengetahuan dan pembekalan pegawai BPMA untuk pengelolaan kegiatan hulu migas di Aceh,” jelas Sukandar dalam sambutannya.

Berdasarkan PP 23 tahun 2015, BPMA mempunyai tugas untuk melakukan pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan terhadap kontrak kerja sama kegiatan usaha hulu agar pengambilan sumber daya alam Minyak dan Gas Bumi milik negara yang berada di darat dan laut di wilayah kewenangan Aceh dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.(REL)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!