Oknum Bendahara Dinas Syariat Islam Diduga Selewengkan Insentif Guru TPA

  • Whatsapp
Kepala Dinas syariat Islam dan Dayah Aceh Tengah Mustafa Kamal (Photo/Kar)

KABARGAYO.COM, Takengon; Hingga hari ini ribuan guru TPA disetiap kampung yang tersebar di 14 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah belum menerima insentif selama 6 bulan.

Kepala Dinas Syariat Islam dan Dayah Mustafa Kamal mengaku, uang tersebut diduga telah diselewengkan oleh oknum bendaharanya berinisial AR sebesar Rp.398 juta untuk kepentingan lain.

Read More

Ia meminta oknum bendahara AR itu mengembalikan uang tersebut secepatnya. Bahkan ia telah memberhentikan oknum bendahara itu (Non job-red) dari Dinas Syari’at Islam pada Desember 2019 yang lalu.

“Ketahuanya uang itu tidak ada lagi pada 7 Desember 2019 yang lalu, setelah beberapa kali ditagih dengan dalih akan  membayar, bahkan ia berjanji akan membayar pada April 2020 yang lalu, namun hingga hari ini belum dikembalikan,” Terang Mustafa Kamal, Sabtu (06/06/2020) di Takengon.

Menurutnya, pihak dinas telah sering menegur oknum bendahara itu untuk mengembalikan anggaran yang diduga telah ia gunakan untuk kepentingan pribadinya. Jika tidak ada itikad baik kata dia, pihak dinas akan menyita barang milik AR.

“Jika belum dikembalikan sebesar Rp.398 juta itu, kami akan sita barang miliknya sebagai pengganti gaji guru-guru TPA di Aceh Tengah,” terang Mustafa Kamal, sembari menyebut ia memiliki surat perjanjian untuk mengembalikan uang itu oleh AR.

Atas ulah bawahanya itu ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ustad dan ustadzah yang hingga hari ini insentifnya belum dibayarkan. “Kami sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, karena uang ini dengan nila Rp.398 juta tidak ada dikami, mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama uang ini akan dibayarkan,” katanya.

Sedangkan untuk tahun 2020 ini, Ustad dan Ustadzah akan menerima insentif sebesar Rp.50.000 selama 6 bulan pada Senin 08 Juni 2020 mendatang.

“Kami menilai, insentif ini terlalu lama dibayarkan kepada ustadz dan ustadzah, kedepan kita upayakan akan dibayarkan selama 3 bulan sekali,” tutup Mustafa Kamal berharap oknum bendaharanya itu mengembalikan upah guru ngaji yang gigih memberi ilmu agama kepada anak-anak di Kabupaten berhawa sejuk itu. (KG31)

Related posts