Nurul Islam, Pesantren Pencetak Santri Berilmu dan Berahlakkul Karimah

REDELONG: Bagi Masyarakat Gayo, nama Pesantren Terpadu Nurul Islam tidak asing lagi di telinga. Pesantren yang terletak di antara wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Bireuen, tepatnya kawasan Blang Rakal, kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah ini adalah salah satu Pasantren kebanggaan di Dataran Tinggi Gayo.

Dibangun diatas 110 hektar, yang berada di pinggir jalan lintas Takengon-Bireuen. Pembangunan Pesantren ini dimulai 23 November 1998 dan didirikan oleh Drs, H Abdul Wahab Rahcmatsjah dan diketuai oleh Drs Irmansyah, M.Sc yang juga Ketua YPSDI Pusat Jakata serta bupati Kepulauan Seribu.

Awalnya, berdirinya Pesantren yang berada dibawah naungan Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insaini ini dimulai dengan pembangunan Masjid yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sarana Pasantren lainnya.

Cikal Bakal Pesantren Nurul Islam berawal dari seminar di Cisarua Parung Bogor dan dilanjutkan dengan lkokakarya peningkatan sumberdaya masyarakat Aceh Tengah di Agustus 1996. Kekhawatiran akan kenyataam masyarakat Gayo yang semakin mengalami akulturasi menjadi salah satu pemicu digagasnya didirikannya Pesantren Nurul Islam.

Semenjak berdiri, pimpinan Pesantren Nurul Islam dari masa kemasa sudah silih berganti diantaranya Mahfudin, HS, Zaenal Abidin, Drs Saleh Yacoeb, Kamarudin, Damsika, Drs Abubakar Bintang,LC, DSrs Maratibul Harahap. Terakhir Pasantren ini kini dipimpin oleh Adma Supandi S.Pd.I.

Adma Supandi saat dijumpai mengatakan berdirinya Pesantren Nurul Islam mempunyai proses panjang lewat seminar, lokakarya dan rangkaian sosialisasi. “Salah satu tujuan berdirinya Pesantren Nurul Islam adalah menciptakan generasi muda yang berilmu pengetahuan dan berahlakkul karimah”katanya.

Selain itu kata Adma Supandi, para Santri yang belajar di Pesantren Nurul Islam disiapkan nantinya akan mampu bersaing dan bekerjasama dengan tatanan global yang memiliki ilmu pengetahuan teknologi, seni, budaya dengan berpedoman dengan alquran dan hadist. Para santri juga dibekali dengan ilmu dan keahlian sehingga nantinya selain menjadi pribadi yang bertaqwa juga mudah memasuki lapangan pekerjaan.

Menurutnya, untuk bidang pembelajaran agama Islam para santri diajarkan kajian tauhid, tarikh, ahlak dan pelajaran bahasa Arab. Sementara bidang-bidang keilmuan lainnya mengikuti kurikulum yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk pendidikan yang setingkat

Puluhan tahun berdiri, Pasantren ini telah mencetak banyak cendikiawan muslim dan telah tersebar di berbagai keperguruan tinggi ternama di Indonesia. Bukan hanya itu, alumnus pesantren ini juga banyak telah menjadi abdi Negara seperti TNI dan Polri, SPDN.

Drs Irmansyah, M.Sc saat berkunjung ke Bener Meriah menyampaikan, Pondok Pesantren Nurul Islam akan menjadi salah satu kampus Perguruan Tinggi khusus Ilmu Al-Qur’an (PTIQ), satu-satunya di provinsi Aceh.

“Kita sudah tandatangani MoU antara yayasan Pesantren Nurul Islam Blang Rakal dengan IAI Al-Muslim Bireuen dan Insya Allah mereka akan membantu di dalamnya, supaya pesantren kita ini akan menjadi cikal bakal terbentuknya perguruan tinggi khusus ilmu Al-Qur’an,” ungkapnya.

Sebagai salah satu Pesantren tertua di Bener Meriah, Pesantren ini semakin terus berkembang dan semakin diminati, salah satu solusi menjawab persoalan umat.(Putra Gayo)