MPIG Ajak Masyarakat Tanam Keprok Gayo

REDELONG: Masyarakat Perlindungan Indikasi Geogropis (MPIG) Bener Meriah, mengajak masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah untuk kembali mengembangkan jeruk Keprok Gayo dengan untuk meningkatkan perekonomian.

Hal tersebut disampaikan langung oleh Usra ketua MPIG Bener Meriah, Rabu (11/7) di stand pameran acara Pekan Inovasi Pemberdayaan masyarakat dan Gampong se Aceh yang di selengarakan di komplek Umah Pitu Ruang Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.

Menurutnya jeruk Jeprok Gayo merupakan komoditi kedua setelah kopi yang dapat ditanam secara tumpang sari dengan tanaman kopi. “ Kita sengaja membuka stand ini agar masyarkat termotivasi kembali dan menanam Keprok Gayo di lahan perkebunanya untuk meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Ia menambahkan, peluang pemasan jeruk Keprok Gayo juga sangat mudah dan untuk saat ini hanya dipasarkan untuk local saja. “ Banyak orang yang meninta dalam jumlah besar namun kita tidak dapat memenuhi akibat produksi yang terbatas dan hanya sedikit masyarkat yang menanam,” sebutnya.

Selain itu katanya persaingan pasar untuk jenis Keprok itu sangat kecil hal itu diakibatkan jenis Keprok yang hanya sendiri dan tumbuh di geografis yang berhawa sejuk dan berada di atas ketinggian 800 PL.

“ Jika dibandingkan keuntungan yang di dapatkan dari hasil kopi dan jeruk itu sama apalgi jeruk bisa tumpang sari dengan kopi dan perawatan jeruk lebih mudah dan ringkas,” jelasnya.

Ia merincikan jika memiliki pokok jeruk keprok sebanyak 50 batang, masyarakat mampu menghasilkan Rp 100 juta pertahun jika setiap batangnya mampu memproduksi 100 kg dengan harga jual saat ini 20.000.” keuntungan ini tentu tidak jauh berbeda dengan tanaman kopi seluas 1 hektar,” terangnya.

Ia juga mengaku saat ini pihaknya telah mengembangkan bibik Keprok Gayo okulasi yang bisa berproduksi dengan cepat. “ Kita mengembangkan bibit jeruk sayur yang di okulasi dengan bibit jeruk keprok sehingga hasil panen lebih cepat dan maksimal” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya juga sudah memproduksi bibit okulasi tersebut sebanyak 6000 polibet yang habis terjual dan saat ini, banyak masyarakat yang melakukan pemesan namun pihaknya tidak memiliki stok yang memadai.

Diceritakanya, untuk pemubuatan bibit tersebut pihaknya memerlukan waktu yang cukup lama. “ Kita terlibih dahulu menanam bibit jeruk sayur dan ketika berumur 1 tahun kita baru dapat melakukan okulasi yang intresnya kita ambil dari pohon induk yang sudah mendapat sertifikasi,” teganya.

Disebutkanya, bibit pohon jeruk sayur sudah di uji lab dan hasilnya memiliki daya tahan yang luar biasa dan tahan terhadap segala jenis penyakit dan p
Virus.” Untuk itu kita pakai jeruk sayur untuk kekuatan batang” tuturnya.(Uri)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!