Minta Kejelasan Soal Penegerian Mahasiswa UGP Unjuk Rasa ke DPRK

TAKENGON: Minta kejelasan tindak lanjut penegerian Universitas Gajah Putih (UGP), sejumlah mahasiswa UGP gelar aksi unjuk rasa ke DPRK Aceh Tengah, Kamis,(2/8/2018).

Usai orasi didepan Gedung DPRK Aceh Tengah, para pendemo melakukan pertemuan dengan anggota DPRK di Gedung DPRK setempat. Hadir dalam pertemuan itu, Ketua DPRK Aceh Tengah dan sejumlah anggota DPRK lainnya.

Para mahasiswa ini menuntut pihak rektorat UGP, untuk menjelaskan secara transfaransi penegrian UGP, termasuk laporan Alokasi Anggaran Dana dan Penggunaan, meminta pihak rektorat, untuk menjelaskan secara transfaransi proses pemilihan rektor 2018-2022.

Selanjutnya, meminta pihak rektorat untuk menjelaskan secara tranfarans status Wakil Rektor bidang akademik wakil rektor bidang non akademik, yang dianggap melanggar statuta UGP yakni Pasal 48 poin (3) memiliki jabatan fungsional akademik minimal Lektor Kepala dan (3) Surat izin dari pimpinan tertinggi PTN/PTS bagi calon dosen, PTN/PTS lain disertai rekomendasi Kopertis khusus bagi dosen PTS .

Bukan itu saja, aksi ini juga meminta pihak rektorat untuk menjelaskan secara transfaran komitmen dan upaya untuk meingkatkan Akreditasi program studi minimal B, penjelasan laporan beasiswa bidik misi, penjelasan kebijakan program pengembangan sumber daya manusia dosen S2 dan S3, Laporan bantuan S2 dan S3 dimana dinilai ada indikasi diskriminatif kebijakan.

Tuntutan lainnya, meminta pihak rektorat untuk menjelaskan upaya perbaikan sarana dan prasarana kampus, seperti ruang perkuliahan, meminta pihak rektorat untuk membayarkan gaji dosen dan staf yang belum dibayarkan selama satu semester pada tahun 2014 dan dua bulan terakhir pada Juni dan Juli 2018 dan meminta pihak Yayasan dengan memasukan unsur dewan penyantun, pembina, pengawas dan pengurus serta masyarakat Aceh Tengah sebagai pemilik yayasan.

Mahasiswa peserta demo dari UGP meminta batas waktu untuk memenuhi tuntutan mereka dan membuat surat pernyataan dari pihak Rektorat, untuk memenuhi tuntutan mereka dengan dibubuhi Materai Rp, 6.000

Dalam pertemuan bersama anggota dewan para peserta aksi juga meminta agar pihak Rektorat UGP dan Bupati untuk hadir dalam pertemuan itu. (Wein Pengembara)

SHARE