Mengintip Promosi Kopi Dua Bupati Gayo ke Negeri Paman Sam

Promosi menjadi salah satu bagian terpenting dalam pemasaran Kopi Gayo, dalam rangka membuka peluang Ekspor. Hal inilah dilakukan dua Bupati dari Gayo, Bupati Bener Meriah Ahmadi SE dan Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, yang ikut bersama rombongan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk mengikuti ajang Global Specialty Coffe Expo (GSCE) di Seattle, Amerika Serikat, ajang bergengsi bisnis dunia.

Selain pihak Pemerintah, sejumlah pengusaha termasuk Barista juga ikut serta. Agendanya selain mempromosikan kopi pada ajang internasional ini, rombongan Pemerintah juga telah mengagendakan beberapa kegiatan antara lain “Indonesia-Amerika Bussines Forum: Aceh invesment” kunjungan ke Markas Boeing, dan pertemuan dengan “Specialty coffe Asociation of America (SCAA)”.

Istimewa bagi Kopi Gayo, sebagai salah satu kopi terbaik dunia, stand Kopi Gayo telah dipersiapkan, Stand ini diisi oleh pengusaha-pengusaha kopi asal Gayo yang diantaranya, Koperasi Baitul Qiradh baburayyan, Koperasi Gayo Antara dan Koperasi Arisarina, selain itu terdapat juga koperasi kopi dari Bener meriah Redelong Organik yang mengisi brand kopi Gayo pada stand mitra dagang mereka asal kanada.

Para pengunjung dan peserta yang terlebih dapat merasakan langsung kenikmatan kopi Arabika Gayo.
yang diracik khusus oleh barista di stand kopi Gayo. Minat pengunjung terlihat antusias dan menikmati kopi Gayo

“Masyarakat dan Pemerintah Aceh khususnya pelaku industri kopi Aceh patut berbangga karena kopi asal Aceh dengan branding “Green Mountain Organic Kopi, Aceh – Sumatera” sudah beredar luas di beberapa pusat perbelanjaan atau mall besar di Amerika. Hal ini menjadi indikator bahwa kopi dari Aceh sudah dikenal dan disukai masyarakat global. Kita harus maksimalkan produk kopi Gayo di pasar global dengan selalu menjaga kualitasnya,” Kata Irwandi Yusuf.

Tidak cukup sampai disitu, Bupati Bener Meriah Ahmadi Bersama Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, menemui Managing Director Starbuck Colman di kantor pusat Starbuck di Seattle.

Beberapa isu penting mengenai kopi kemudian dibahas dipertemuan itu, Ahmadi menekankan mengenai Label kopi gayo yang masih menggunakan Sumatra Coffee pada seluruh produk di Amerika terutama di Starbuck.

“Kami ingin nama kopi yang dibeli dari daerah kami menggunakan label Arabika Gayo” ujar Ahmadi.

Colman Cuff memastikan penggunaan label arabika gayo akan mereka gunakan setelah melakukan survey dan origin trip ke Bener Meriah, Aceh tengah dan Gayo lues pada Oktober mendatang, menurutnya hal itu sangat penting karena menyangkut brand yang mereka produksi akan menyematkan nama kopi dan cita rasa masing-masing.

“Akan tetapi kami perlu melakukan origin trip untuk melihat standar luas dan produksi yang nantinya menjadi syarat dalam pencantuman brand kopi Gayo pada produk kami” kata Colman Cuff.

Untuk kuota pembelian Kopi gayo yang ditetapkan oleh Starbuck Coffee, Colman Cuff menjelaskan “Unlimited For Gayo coffee, akan tetapi kami mengutamakan kualitas yang bagus dan konsistensi terhadap mutu yang kami tetapkan”jelasnya.

Begitu juga terhadap standardisasi kopi apa yang di beli oleh starbuck, Colman Cuff kembali menerangkan pihak Starbuck Coffee hanya membeli kopi yang memiliki sertifikat cafe praktice, para pengusaha yang ingin menjual kopinya ke Starbuck Coffee harus memiliki syarat tersebut.

Colman meminta kepada Ahmadi sebagai Bupati Bener Meriah untuk memberikan daftar perusahaan eksportir kopi dari Bener Meriah yang direkomendasikan oleh Pemerintah untuk menjadi mitra kerja sama starbuck dalam pembelian kopi Gayo.

Usai dua hari mengikuti GSCE dalam rapat dengan Pemerintah Aceh, SCAA meminta kesediaan Pemerintah tiga kabupaten penghasil kopi, yaitu Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues untuk memberikan dukungan kunjungan yang mereka rencanakan tahun ini.

Di kesempatan ini, Ahmadi sempat menyampaikan kondisi perdagangan kopi Gayo secara umum.”Saat ini pengusaha kami sangat kesulitan untuk mengisi kontrak kopi pada mitra dagang mereka di Amerika, karena harga kopi di dalam negeri lebih mahal dibandingkan harga kopi yang dijual ke perusahaan Amerika,” sambung Ahmadi.

“Jika memungkinkan kami berharap kepada SCAA untuk menghimbau perusahaan-perusahaan pembeli kopi di Amerika, agar menyesuaikan kontrak harga yang diberikan kepada para eksportir dan koperasi di Aceh” tutupnya.

Mendengar hal tersebut perwakilan SCAA Jessie menyebutkan akan membawa masalah ini dalam forum mereka, usai melaksanakan Global Specialty Coffe Expo.

Kabar baiknya, salah satu importir terbesar di Amerika Serikat yakni, A Finagra Company, melakukan penandatangan kontrak kerjasama dengan eksportir Coffee Arabika dari dataran tinggi Gayo. Peluang ini menjadi angin segar bagi para petani Kopi Arabika yang ada didataran tinggi Gayo, seperti Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Kopi bukan kurang pembeli tetapi akibat kurangnya produksi. Oleh sebab itu hal yang mesti kita lakukan secara bersinergi antara Pemerintah dan masyarakat kedepan yakni, melakukan revitalisasi dan perluasan lahan serta menjaga mutu kopi,” kata Irwandi Yusuf, saat penutupan GSCE.

Sebagai Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf berjanji
akan mempelajari perluasan lahan Coffee Arabika di Kabupaten Gayo Lues seluas 5000 hektare sebagai kebun inti milik pemerintah sebagai salah satu langkah menambah perluasan kebun Kopi Arabika Gayo dan menyahuti potensi ekspor Kopi Gayo yang terbuka lebar,

GSCE sendiri disebut sebagai Forum kopi terbesar di bagi pelaku industri kopi dunia. yang berlangsung mulai 19-22 April di Seattle, Amerika Serikat. Pameran Kopi dunia ini menjadi incaran para negara-negara dan penghasil kopi di Dunia.

Kopi Gayo dengan cita rasa khas yang telah dikenal luas di dunia punya peluang dan pangsa pasar yang besar di dunia internasional, namun dibalik itu semua ada “pekerjaan rumah” bagi pelaku kopi Gayo, untuk tetap menjaga produktivitas dan kuantitas Kopi Gayo terutama regulasi yang mesti terus digenjot pihak terkait demi menjaga kualitas, agar Kopi Gayo namanya kian harum di pelosok dunia.(Arsadi Laksamana)