Melirik Rapat Evaluasi PAD Aceh Tengah yang Tak Biasa

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar bersama dengan beberapa kepala SKPK usai rapat evaluasi PAD
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar bersama dengan beberapa kepala SKPK usai rapat evaluasi PAD

TAKENGON: Lumrahnya rapat yang dipimpin oleh Pimpinan dilaksanakan tidak jauh-jauh dari kantor atau kediaman pimpinan tersebut.

Belum lagi kesan rapat pasti suasananya formal diselingi ketegangan, tapi tidak kali ini dalam rapat yang membahas realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Tengah.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar langsung mendatangi kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan mengumpulkan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) pengelola PAD, Senin (30/07).

Tiba di lokasi ketika memasuki waktu Zuhur, Shabela dan pejabat peserta rapat melaksanakan Shalat berjamaah terlebih dahulu.

“Realisasi PAD masih 43,14 persen dari total target Rp. 183 Miliar, capaian ini relatif masih rendah, sementara waktu sudah akan memasuki bulan Agustus,” ungkap kepala BPKD Aceh Tengah, Zulkarnain membuka rapat.

Menurut Zulkarnain ada objek PAD yang realisasinya sudah melampaui target, dan ada yang masih perlu tindak lanjut lebih serius.

Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Karimansyah langsung bereaksi mendengar laporan realisasi objek pajak yang masih rendah, termasuk juga mendapati ada target PAD yang tidak realistis.

“Setiap hari hotel penuh, bahkan akhir pekan lalu ada tamu yang tidak kebagian hotel harus menginap di mesjid, tapi kenapa realisasi pajak hotel masih rendah dan target tahunannya pun hanya Rp. 635 juta setahun, jelas ini tidak realistis?” Pertanyaan sedikit menggelitik dari Sekda ini disambut senyam senyum dari sejumlah pejabat yang hadir.

Tentu saja, menurut Sekda harus ada sistem yang lebih baik agar pungutan pajak dapat bekerja optimal.

Lantas, pejabat karir tertinggi di daerah ini menunjuk Camat Kute Panang untuk menjelaskan mengapa bisa capai target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 100 persen, bahkan sebelum bulan Agustus.

“Ini halal kan Pak Camat? Bukan dari dana Desa kan? Coba bagi kiat-kiatnya biar Camat yang lain bisa mengikuti,” kata Sekda, lagi-lagi disambut tawa pejabat yang hadir.

“Nggak ada kiat khusus Pak, cuma saya sering ajak ngopi kepala kampung aja, bahkan kalau ada warga yang belum bayar pajak, kita sengaja datangi dan bertamu, jadi ngopinya di rumah warga itu Pak,” jelas Camat Kute Panang, Arisa Putra.

“Nah, dengar itu Pak Camat yang lain, harus sering-sering ajak warganya ngopi ya,” timpal Sekda disambut tawa ringan dari pejabat yang hadir.

Merespon realisasi yang masih relatif rendah, Bupati tidak marah, tapi tegas untuk mengajak SKPK penghasil PAD agar bekerja lebih serius.

“Saya pernah menjabat Kepala Dispenda, pernah Kepala Dinas Keuangan, jadi tahu betul masalahnya, jangan sampai setoran PAD ini diputar-putar dulu,” ucap tegas Shabela, namun bernada seloroh.

Shabela mengingatkan keberhasilan SKPK mencapai target realisasi PAD juga bagian utama dari kinerja Kepala SKPK.

Diakhir rapat para Kepala SKPK sepakat harus ada perubahan signifikan dalam evaluasi PAD berikutnya yang akan digelar dua bulan mendatang.

Rapat yang berdurasi sama seperti satu kali pertandingan sepakbola ini pun berakhir dengan makan siang bersama yang sudah dipersiapkan oleh ibu-ibu Dharma Wanita di Dinas BPKD.(REL)

SHARE