Melihat “Diplomasi” Kopi Gayo Ala Bupati Shabela

TAKENGON:Sadar betul akan mata pencaharian masyarakatnya, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar perluas jaringan ekspor kopi gayo. Diplomasi kopi juga makin diperluas terutama di pasar Asia.

Awal Mei lalu, ia bergerak, dimulai dari memimpin langsung delegasi Aceh Tengah di ajang internasional Cafe Show di Ho Chi Minh City, Vietnam. Tak hanya mendampingi, Shabela terlibat langsung menjual kopi. Bersamaan dengannya, Shabela turut memfasilitasi sejumlah pengusaha kopi gayo. Sejumlah kontrak diteken kala itu. Senyum lebar menghiasi wajah awak eksportir.

Tak hanya itu, pertengahan Juli lalu, Ia juga terlibat langsung dalam Festival Kopi Nusantara yang digelar di Jakarta. usai acara, shabela dipercayakan menjadi salah satu narasumber dialog yang membicarakan tentang bagaimana mengelola kekayaan kopi nusantara.

Perihal serupa dilakukan Bupati Shabela dalam sejumlah event kunjungan kerja baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal itu dilakukan Sabela lantaran ia paham potensi lumbung ekonomi rakyatnya ada pada komuditi “emas hitam”.

Upaya itu sepertinya mulai berbuah manis, hingga triwulan kedua tahun 2018 ekspor kopi gayo capai 2,209,954 Kg atau 2,209 ribu ton. Jumlah ini didiprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun nanti. Sejumlah negara seperti China, New Zealand, Amerika Serikat, Korea Selatan, Kamboja, Inggris, Kanada, Australia, Jerman, Hongkong, Belgia, Finlandia, Switzerland dan Prancis menjadi sasaran ekspor kopi gayo. Sementara negara terbesar ekspor kopi gayo adalah Amerika Serikat.

“Promosi kopi gayo ini harus didukung oleh semua pihak, sama-sama begerak untuk mensejahterakan rakyat aceh tengah,” kata Shabela.

Kabid Perdagangan Di Dinas Perdagangan, Koperasi, Energi Dan Sumberumber Daya Mineral Aceh Tengah, Zainul Purba mengatakan, jenis mutu yang di ekspor seperti Green Bean Arabika Gayo Fullwashed, Fairtrade, Organik Arabica Sumatera Gayo Grade I dan sejumlah kopi berkualitas dunia lainnya yang bersumber langsung dari dataran tinggi gayo.

Masih merujuk data yang dikeluarkan dinas perdagangan, pada tahun 2017, ekspor kopi dari Aceh Tengah capai 4,358,356,750 Kg atau 4,358 ribu ton. Jumlah itu di ekspor oleh belasan eksportir di Aceh Tengah.

Di tahun 2017, ekspor terbesar dilakukan KBQ Baburrayan. Dari 69 surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK), KBQ Baburrayan mengekspor 1,197,602.50 Kg kopi ke Amerika Serikat, Australia dan Kanada.

Pemerintah Aceh Tengah juga telah menyediakan Resi Gudang yang bertujuan untuk menstabilkan saat harga kopi anjlok. Dokumen resi juga dapat dimanfaatkan petani sebagai anggunan di Bank dengan suku bunga 6 persen pertahun. beberapa hari yang lalu, resi gudang juga baru saja engluarkan 120 ton kopi dengan harga jual berkisar 70 sampai dengan 75 ribu rupiah perkilo jenis Gren Ben Arabica Gayo.(NS)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!