Masyarakat Menderita! LSM Ingatkan Pemerintah Tidak “Main-Main” Soal Gajah di PRG

  • Whatsapp
Muhammaddinsyah

REDELONG: Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cempege Institute (CI) Muhammaddinsyah , menyoroti kedatangan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekologi yang sempat melakukan dialog dengan Bupati Bener Meriah di offroom Setdakab Bener Meriah.

Pantauan media ini dialog tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV, Kepala BKSDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Aceh.

Read More

Kepada media ini, Muhammaddinsyah mengingatkan Pemerintah harus menjadikan upaya penyelesaian konflik antara Gajah dan Manusia di wilayah Pintu Rime Gayo (PRG) dan sekitarnya sebagai prioritas.

“Konflik Gajah dan Manusia ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut harus ada solusi kongkrit dari pemerintah untuk menangani hal ini. Sistem penanganan yang ada saat ini, misalnya menggunakan mercun untuk mengusir Gajah sama sekali bukan solusi”. ungkapnya.

Ia menambahkan, Kedatangan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekologi ke Bener Meriah harus dijadikan peluang untuk melibatkan Pemerintah Pusat ikut serta menyelesaikan Konflik Gajah dan Manusia di Bener Meriah.

“Masyarakat menderita! Pemerintah tak boleh main-main dalam persoalan ini, pemerintah harus berikan solusi secepatnya, jangan hanya serimonial belaka”kata aktivis yang vokal di Bener Meriah ini.

Sebagaimana diketahui konflik gajah dan manusia di Pintu Rime Gayo telah menyengsarakan masyarakat setempat, ratusan rumah dan hektaran kebun warga telah rusak bahkan telah memakan korban nyawa manusia. Konflik gajah dan manusia di Pintu Rime Gayo telah terjadi sekian lama namun hingga masih belum ada solusi konkrit untuk mengatasinya. Warga setempat selalu was-was hewan besar yang dilindungi ini datang ke pemukiman dan mengamuk.

Berbagai pertemuan-pertemuan telah digelar pihak terkait tapi tetap saja masalah ini tak teratasi. Masyarakat setempat harapkan solusi secepatnya karena akibat bencana ini perekonomian masyarakat menjadi terganggu, sebagian bahkan telah mengungsi.

“Kedatangan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekologi harus di maknai sebagai peluang untuk melibatkan pemerintah pusat menangani kasus ini. Jangan sekedar pencitraan, dialog tanpa tindakan sama saja dengan Nol”. Tutupnya.(Arsadi)

Kabargayo.com menerima kiriman artikel dari pembaca, kirim ke email: beritagayo@gmail.com dengan biodata diri.

Related posts