Masih Banyak Dipasung, Penderita Kesehatan Jiwa di Mesidah Tergolong Tinggi

REDELONG: Dalam Rangka memperingati hari kesehatan jiwa sedunia, Pukemas Mesidah bersma masyarakat,  gelar berbagai kegiatan sosial yang dipusatkan di Kampung Cemparam Pakat Jeroh Kecamatan Mesidah Kecamatan kabupaten Bener Meriah Rabu (11/10). Salah satu kegiatan adalah pengobatan gratis.

Ketua Panitia Pelaksana Ruhaida, Amd.Keb selaku pengelola kesehatan jiwa Pukesmas Mesidah kepada mengatakan, penderita kesehatan jiwa di Kecamatan Mesidah masih tergolong tinggi dan  mencapai sebanyak 21 orang. Kamis (11/10/2018).

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat pihaknya menyelenggarakan  berbagai kegiatan yang dilaksanakan seperti halnya, pengobatan gratis, Konseling dan berbagai perlombaan untuk anak-anak usia dini remaja dan lansia.

Disebutkanya,  kegiatan tersebut merupakan swadaya masyarakat, yang juga di pelopori oleh dr Puteri Anggia dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang diikuti oleh anak-anak usia dini, remaja dan lansia serta  tenaga kesehatan bidan di setiap kapung yang ada di Kecamatan Mesidah.

Ruhaida menambahkan, Kecamatan Mesidah berada di daerah yang sangat terpencil, sehingga pasien yang dipasung masih tetap terjadi dan sudah menjadi tugas utama pihaknya untuk melepaskan dan merujuk pasien tersebut ke RSU jiwa.

“ Terkadang ketika pasien yang kita rujuk sudah keluar dari RS jiwa keluarga tidak menebus obat dan tidak mengontrol lagi karena alasan jauh untuk sehingga ketika kumat lagi pihak keluarga kembali memasung pasien untuk keamanan,” Ungkap Ruhaida.

Disampaikannya, untuk penderita ganguan jiwa sedang dan  berat berjumlah 21 orang, namun yang memiliki ganguan jiwa berat berjumlah sekitar 12 orang dan harus meminum obat secara teratur.” Kalo gak minum kumat lagi,” ujarnya.

Ia menceritakan, pada tahun 2014 lalu saat pihaknya di tempatkan di Pukemas Mesidah hanya menemukan dua orang pasien yang menderita ganguan jiwa berat dan dalam keadaan dipasung. “Namun setelah kita turun kelapangan kita terus menemukan pasien yang mengalami gangguan jiwa hingga mencapai 20 orang,” jelasnya.

Selain itu ia mendapati, pernikahan anak usia dini dan pengguna narkoba juga masih sangat tinggi di Kecamatan Mesidah, sehingga perlu adanya gerakan masyarakat untuk peduli kesehatan.” Tidak hanya sehat pisik masyarakat juga harus tau kesehatan metalnya,” sebut Ruhaida.

Ia juga berharap, perhatian semua pihak termasuk stekholder untuk peduli terhadap kesehatan jiwa masyarakat. “ Untuk kesehatan jiwa saat ini kita menempati urutan kedua di dunia dan  dikhawatirkan, prediksi WHO tahun 2030 menempati urutan satu sehinga, perlu adanya antisipasi dan langkah-langkah prepentif” tuturnya.

Sementara itu, dr Putri Anggia menambahkan, selain desa terpecil, saat turun kelapangan pihaknya masihjuga terkendala dengan transportasi untuk turun kelapangan. “ Pukesmas mesidah hanya punya satu ambulan dan ketika itu juga digunakan untuk merujuk pasien,” ungkapnya.(Uri).

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!