Manajeman Hotel Parkside Gelar Pengajian Rutin Bersama Warga dan Anak Yatim

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon: Mendengar sebutan Hotel, asumsi seseorang condong ke arah negatif, namun tidak untuk Hotel Parkside yang ada di Jalan Sengeda, Nunang Antara, Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Read More

Manajeman Hotel beserta staf menggelar pengajian rutin yang dilakukan setiap hari kamis secara Continue setiap bulanya bersama warga dan anak yatim yang ada di Kampung Nunang Antara.

Kegiatan itu dilakukan di Aula lantai utama Hotel yang beru beroperasi pada 09 Februari 2021 itu. Pihak Hotel berbintang tiga itu mengundang salah seorang Ustadz untuk memaparkan kajian-kajian tentang Islam.

“Tujuan utama dilakukanya kegiatan tersebut, untuk memupuk tali silaturahmi bersama warga setempat,” kata General Manager Parkside Gayo Petro Hotel, Iwan Wahyudi, Kamis 15 Juli 2021 di Takengon.

Pihaknya berupaya merubah asumsi negatif masyarakat tentang Hotel, Parkside menjamin, kehadiranya dapat menerapkan nuansa Syari’at Islam, sesuai dengan sebutan Aceh “Serambi Mekah”.

“Supaya tidak ada asumsi Hotel itu berbau negatif, namun Hotel itu didalamnya ada nilai positif,” timpal Iwan sembari menyebut, kegiatan itu telah direstui dan mendapat dukungan dari Reje Kampung Nunang Antara.

Meski Aceh Tengah masuk dalam daerah Tourism, nilai Islamic nya harus melekat dan tidak boleh hilang, salah satunya adalah dalam manajeman Parkside, meski Hotel itu adalah Hotel Internasional.

Parkside Hotels dan Resorts Divisi dari Parkside Hotel Group dimulai pada tahun 1975 di London dan Inggris. Parkside Hotel Group telah berkembang menjadi program waralaba hotel yang paling cepat berkembang di dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Cina, Fillipina, Polandia, Yunani, India, Maroko, Algeria, Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Uni Arab Emirat dan Indonesia.

“Dengan kehadiran Parkside, kebersamaan harus dipupuk, terutama dengan warga Kampung dan internal Parkside, baik itu tamu dan staf, supaya Image negatif itu akan hilang. Terlebih lagi, Aceh Tengah adalah penduduk mayoritas muslim dan negeri bersyariat, Hotel nya sudah pasti menjalankan secara syariat islam begitupun Qanun-qanun tentang Syariat Islam tentu harus dijalankan,” pungkas Iwan Wahyudi.

Pengajian itu sudah kali kedua dilakukan setelah Hotel itu beroperasi. Kedepan, pihaknya akan komit membangun tali silaturahmi dengan warga sekitar. Bahkan, wacana yang akan direaslisasikan adalah, melakukan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) bersama para staf ke Masjid.

saat menggelar do’a bersama di Hotel Parkside (Photo/Kabargayo)

“Selain pengajian rutin, kami sedang menggagas kegiatan bakti sosial, diantaranya adalah bersih-bersih Masjid yang ada disekitar Hotel, jika memungkinkan akan dilakukan diluar lokasi Masjid, kita ingin menonjolkan nilai-nilai positif” ujarnya.

Berbicara tentang Hotel Parkside, Iwan mengaku sangat siap menjadi mitra wisatawan yang akan berkunjung ke Kabupaten Aceh Tengah, pihaknya sangat mengutamakan kearifan lokal setempat dan penuh dengan konsep syari’at Islam.

“Ini komitmen kita, kami terus maksimalkan layanan pada wisatawan yang hadir ke Aceh Tengah, Hotel ini memiliki view langsung menghadap ke Danau Lut Tawar, menghadap ke pegunungan seluas mata memandang, disini masih murni terlihat pohon Pinus,” cetus Iwan Wahyudi mempromosikan Hotel yang megah itu.

Dengan kehadiran Parkside di Aceh Tengah, seterusnya diharapkan mampu mendongkrak sektor ekonomi khususnya dibidang wisata di Kabupaten penghasil Kopi Arabika terbaik dunia itu.

Diketahui, dunia saat ini tengah dirundung Pandemi Covid-19, pihaknya tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), tamu yang hadir wajib mengenakan Masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Pihaknya juga menyediakan Hand Sanitizer dipintu masuk, setiap tamu diminta untuk menggunakanya sebelum masuk keruangan Hotel.

“Sama-sama mendoakan supaya wisata ditengah pandemi tumbuh berkembang, patuh terhadap Protokol kesehatan adalah cara yang sangat ampuh menghalau penyebaranya, supaya geliat wisata di daerah ini kembali bangkit, begitupun kesejahteraan karyawan akan tumbuh dan kesejahteraan warga sekitar turut terimbas,” tutup Iwan Wahyudi. (KG31)

Related posts