Majelis Adat Gayo Sosialisasikan Program Penyerahan Murid Kepada Guru di Sekolah

  • Whatsapp

TAKENGON: Majelis Adat Gayo Kabupaten Aceh Tengah sosialisasikan program penyerahan murid kepada guru di sekolah. Diantara sekolah yang menerima sosialisasi itu SMP Negeri 17 Takengon Kampung Bies Kecamatan Bies dan MTsN 2 Takengon Kampung Pinangan Kecamatan Kebayakan Kabupaten setempat.

Kedua sekolah itu mendapat perhatian serius oleh Majelis Adat Gayo, lantaran sebelumnya pihak sekolah mengundang langsung para pemangku adat di Negeri berhawa sejuk itu untuk membeberkan program penyerahan murid kepada guru sehingga ketika penerapannya nanti murid tidak kaku.

Read More

“Pada dasarnya ini masuk kedalam tahapan sosialisasi, kedua sekolah ini menjadi sasaran Majelis Adat Gayo dalam program penyerahan murid ku guru yang akan digelar secara serentak di Aceh Tengah pada ajaran baru nanti,” kata Ketua Majelis Adat Gayo Aceh Tengah Ir.M. Jusin Saleh, melalui Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan.Dr.Joni.MN.M.Pd.BI kepada media ini, Selasa (05/03/2019) di Takengon.

Pilot projek penguatan adat

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP N 17 Takengon Salimsyah mengapresiasi program penyerahan murid ku guru yang digagas oleh Majelis Adat Gayo Aceh Tengah. Selain menghidupkan kembali adat yang telah ditelan masa program itu dapat mengharmonisasikan antara murid dan guru bahkan orang tua murid.

“Ini terobosan yang luar biasa, kami yakin ketika program ini diluncurkan pendidikan di Aceh Tengah akan lebih harmonis. Apalagi dibimbing dengan adat istiadat, kami yakin tidak ada lagi istilah anak melawan guru dan guru tersandung dengan hukum dalam menerapkan disiplin di sekolah-sekolah,” katanya.

Ia berharap, SMP Negeri 17 Takengon dapat menjadi Pilot Project dalam menerapkan adat istiadat gayo di Negeri penghasil Kopi Arabika itu. “Harapan kami adat hadir di sekolah kami, sehingga anak didik dapat mengetahui lebih dalam tentang adat Gayo dalam kehidupan sehari-hari,” pinta Salimsyah.

Terpisah, Kepala MTsN 2 Takengon Abdul Rahman meminta pihak Majelis Adat Gayo dapat menerapkan program terstruktur di sekolah itu. Seperti memberikan materi kepada siswa sesuai dengan waktu yang akan disepakati.

“Jika tidak keberatan, kami berharap Majelis Adat Gayo Aceh Tengah dapat mengisi pelajaran di Sekolah kami tentang adat,” Katanya.

Ia juga berharap, sekolah berlambang Kementrian itu dapat menjadi pilot project Majelis Adat Gayo tentang Adat istiadat.

Untuk diketahui, Program penyerahan murid ku guru akan digelar pada Tahun ajaran baru 2019. Program itu akan diterapkan pada SD/MIN, SMP/MTsN, SMA/MAN/SMK dan Pesantren yang ada di Aceh Tengah.( REL)

  • Whatsapp

Related posts