Langgar Qanun, Penjual Serta Nasi Menu Makan Siang “Parkir” di Buntul Kubu

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon; Empat warung (pemilik-red) di Kabupaten Aceh Tengah terpaksa ditutup oleh Satpol PP setempat karena ketahuan menyediakan nasi dan lauk disiang hari. Sebelumnya menurut Kepala Satuan Satpol PP Syahrial, warung-warung tersebut sudah di himbau, agar tidak buka disiang hari.

“Sebelumnya kita sudah himbau, mereka jangan buka warung disiang hari. Seterusnya melalui selebaran di setiap warung. Namun masih nekat, naas bagi mereka dan akan kita periksa sesuai aturan,” ungkap Syahrial di Markas Satpol PP Buntul Kubu.

Read More

Kita (pemerintah-red) tidak melarang mereka berjualan, namun pada malam hari karena ini suasana dalam bulan suci ramadan. Siapapun harus menghormati bulan penuh berkah ini.

“Warung makan yangb beroperasi sebelum waktunya siapapun pemiliknya akan kami ambil tindakan, karena telah melanggar aturan yang dibuat bersama Forkopimda kabupaten,” jelas Syahrial didampingi beberapa kabid, (29/4).

Adapun warung yang masih nekad buka antara lain berada dikawasan, Rumah Sakit Datu Beru dan di Pasar Paya Ilang. Dikawasan RS. Datu Beru, ada tiga warung yang masih nekat beroperasi dan berhasil diamankan oleh satpol PP, begitu juga dikawasan Paya Ilang, satu pemilik terpakda di BAP.

“Kita buat berita acara pemriksaan bagi yang tertangkap. Dan mereka harus kooperatif dalam pemeriksaan,” kata Syahrial lagi. Mereka telah melanggar Qanun Aceh nomor II tahun 2018 tentang pelaksanaan syaria islam.

Menurut Syahrial para pelanggar bisa dihukum kurungan selama 4 bulan dan lain itu bila hukuman cambuk dua kali seterusnya kalau denda uang senilai Rp3 juta. “Rincian hukumanya begitu, kalau denda Rp. 3 juta, kurungan 4 bulan dan kalau cambuk 2 kali cambuk,” kata Syahrial sambil mengatakan mereka tinggal pilih.

Lanjut Syahrial pihaknya selalu aktif melakukan pengawasan dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan puasa. (KG45)

  • Whatsapp

Related posts