Terkait Siswa Disuruh Pulang Karena Terlambat, Ini Penjelasan Kepala Sekolah SDN Mutiara

REDELONG: Terkait berita yang terbit di beberapa media online dan media cetak, terkait murid SDN Mutiara di suruh pulang akibat terlambat datang sekolah, Kepala Sekolah SD Negeri Mutiara Pondok Baru, membantah pihak sekolah melakukan pengusiran, Senin (29/10/2018).

Kepada sejumlah awak media ia menjelaskan Bahwa sekolah yang di pimpinnya dengan jumlah murid 450 orang tengah gencar gencarnya menerapkan aturan disiplin bagi para muridnya.

Baca:”Diusir” Karena Terlambat ke Sekolah, Wali Murid QN di SDN Mutiara Laporkan Keberatan

Ia menyampaikan, pihaknya sudah membuat surat perjanjian dan ditandatangani oleh wali murid. Lebih lanjut Mariana.S.Pd menerangkan. Aturan disiplin di SD Negeri Mutiara. Pukul 07.30 seluruh murid sudah harus berada di sekolah.

Selanjutnya di laksanakan upacara bendera jika hari senin, atau senam kesegaran jasmani jika pada hari biasa. Pada jam tersebut siapapun terlambat pintu gerbang harus di tutup. Jangankan murid, guru dan yang lainnya. “Saya sebagai kepala sekolahpun harus ikut aturan disiplin yang telah ada” Tegasnya.

Begitupun, jelas Mariana ketatnya aturan disiplin yang telah terapkan, tapi masih ada juga murid yang terlambat. Pihak sekolah sudah menghukum bagi murid yang datang terlambat, dengan cara memungut sampah atau membersihkan WC. Justru murid makin sering datang terlambat karena mereka pasti akan di hukum cuma memungut sampah. Anehnya murid malah senang karena tidak masuk belajar.

Berdasarkan kesepakatan pihak sekolah, komite, dan wali murid, maka di buatlah aturan apa bila 3 (tiga) kali berturut turut dalam catatan terlambat datang ke sekolah, maka murid tersebut akan dipulangkan juga di skor dan orang tua di panggil. Jelasnya.

Peraturan tersebut hanya berlaku pada anak kelas 4,5 dan kelas 6. Jika terjadi keterlambatan pada kelas 1,2, dan 3 tidak serta merta harus disuruh pulang. Ucapnya.

Sebagai Kepala SDN Mutiara, Mariana sedikit menyesalkan, dengan alasan tidak ada konfirmasi kepada dirinya, meskipun awak media telah melakukan konfirmasi ke Sekretaris Dinas Pendidikan Bener Meriah. Seperti yang pernah di beritakan sejumlah media.

Mariana juga menjelaskan bahwa pada hari rabu Ada 4 orang murid yang terlambat, dan langsung saya suruh pulang Karena jika tidak di suruh pulang, terkesan aturan disiplin hanya gertak gertak saja.

Lanjutnya, persoalannya ketika aturan disiplin itu di terapkan, sebahagian wali murid tidak menerima, sehingga muncul kesan seperti di usir dari sekolah. Padahal yang sebenarnya di suruh pulang dan di panggil orang tuanya. Jelasnya.

Kepala SDN Mutiara juga tidak memungkiri, kalau saat Pemulangan murid yang terlambat ada juga murid kelas 2 (dua). “Karena ketika saya datangi pintu gerbang sekolah saya tidak melihat ada QN (8) anak dari NL (38) seperti yang di beritakan”katanya.

Selanjutnya pintu gerbang di tutup, dengan alasan keamanan karena sekolah tidak memiliki Satuan Pengaman (Satpam). Sebaliknya jika pintu gerbang di buka para penjual makanan nyelonong masuk. Nah jika terjadi apa apa kan saya juga sebagai kepala sekolah yang di salahkan. Imbuhnya.

Selanjutnya saya terus melihat ruang kelas yang kosong, karena selain saya sebagai kepala sekolah. Saya juga terkadang harus mengisi kekosongan guru. Selain itu kata Mariana pihaknya punya keterbatasan, karena harus memperhatikan lebih kurang 450 orang murid.

Mariana tidak memungkiri bahwa dia tidak ada mengecek keberadaan muridnya yang menunggu di balik pagar sekolah. Lebih lanjut Ia mengatakan, bahwa persoalan ini hanya kesalahan teknis saja. Ucapnya.

Selanjutnya Marana juga menjelaskan terkait kedatangan wali murid dari QN (8) NL (38). Datang dan kami layani dengan baik, kendati menurut Mariana dalam hal ini, wali murid atas nama DL (38) menyalahkan pihak sekolah. Ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Arif Ependi yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan, hanya kesalah pahaman dan berharap, hal itu menjadi pembelajaran kedepan.

“ Dari Dinas Pendidikan sangat mendukung program sekolah untuk menertibkan kedisiplinan sebab sebelumnya, laporan dari pihak kepolisan adanya beberapa orang anak sekolah yang sempat terlibat mengunakan narkoba sehingga perlu adanya upaya untuk mengenjot kedisiplinan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan diterapkannya kedisiplinan yang sedemikian, dapat mengurangi tingkat kenakalan anak termasuk pengunaan narkoba.

Menyikapi Permasalahan tersebut Kepala Kampung Mutiara Juhra selaku Pembina komite menyampaikan, hanya kesalahan miskomunikasi namun demikian, menurutnya, sekolah telah menjalankan aturan sesuai dengan tata tertib sekolah dan perjanjian yang sudah dibuat.

“Kami juga sudah melihat bahkan anak kami juga ada sekolah disini dan kami tahu betul gimana peraturannya dan menurut kami aturan itu sangat baik dengan tujuan mendidik anak-anak dengan baik meskipun ada hal yang tidak diinginkan terjadi seperti halnya postingan berita di FB,” sebutnya.(Uri/Wein Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!