Kepala Polindes Diancam, Ibu-ibu Karang Bayur Mengadu ke DPRK Aceh Tengah

TAKENGON: Suasana gedung DPRK Aceh Tengah, mendadak ramai saat ibu-ibu rumah tangga Desa Karang Bayu datangi Gedung Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Jumat (6/7/2018).

Usut punya usut, ternyata kedatangan para ibu-ibu ini
berharap kepala Polindes, Cut Farida dikembalikan bertugas di tempat semula. Cut Farida adalah Kepala Polindes di desa mereka, yang dalam beberapa bulan ini selalu mendapatkan teror dari oknum-oknum yang menginginkan Cut Farida agar hengkang dari desa tersebut.

Beberapa anggota dewan menjumpai mereka, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Sukri Maha juga kemudian hadir menemui ibu-ibu tersebut.

“Kami meminta, agar Kepala Polindes kami, Cut Farida untuk tetap bertugas di desa kami” kata ibu-ibu tersebut.

Politisi PAN Salman, ST Ketua Komisi D dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa memang benar Cut Farida selalu mendapatkan teror dari pihak lain agar pindah dari desa tersebut.

“Ini aneh, sedangkan Farida tidak pernah berbuat salah di desa tersebut, lalu kenapa muncul desakan untuk dipindahkan”ucap Salman.

Bukan hanya itu kata Salman, masyarakat setempat pernah dibohongi. “Dibohongi dalam hal penandatanganan surat. Masyarakat dibohongi penandatanganan pertama katanya untuk bantuan, ternyata untuk menyetujui kepala polindes pindah. Masyarakat berontak dan merasa dibohongi oleh kepala kampung Karang Bayur,” kata Salman.

Hamdan anggota DPRK Aceh Tengah dari Partai Nasdem, bahkan mengatakan bahwa dirinya pernah mendapatkan aduan Cut Farida kalau Polindes yang ia tempati diancam akan dibakar “Saya pernah mendengar aduan dari Cut Farida yang mengadukan terkait dengan ancaman pembakaran tersebut,” ungkap Hamdan.

Menurut Hamdan ini bukan jaman batu bisa main ancam terhadap warga apalagi tempat tinggal kepala polindes. Dan ini haruReje Kampung Karang Bayur Bantah Teror Kepala Polindess sampai kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu Cut Farida, saat ditanya wartawan mengaku selama ini dirinya telah bekerja dengan sekuat tenaga di desa tersebut melayani warga yang butuh penanganan medis. Dan dirinya juga sangat kecewa di dunia yang merdeka saat ini masih ada oknum yang main ancam.

“Saya selama ini bekerja dengan penuh semangat membantu warga yang membutuhkan penanganan medis. Dan kerja saya tidak pernah yang macam-macam, kenapa saya diancam akan dipindahkan,” kata Cut Farida lirih.

Baca: Reje Kampung Karang Bayur Bantah Teror Kepala Polindes

Mendengar hal tersebut, Kadis Kesehatan Syukri Maha, berjanji akan memindahkan kembali Cut Farida ke tempat semula. “Saya akan pindahkan kembali Cut Farida dalam waktu tiga hari kedepan,” kata Syukri Maha dihadapan anggota DPRK setempat.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, para ibu-ibu rumah tangga yang sudah mempunyai kedekatan dengan Cut Farida itu kemudian membubarkan diri karena puas dengan penjelasan tersebut.(Putra Gayo)

SHARE