Kalapas Takengon Upayakan Wartel PAS Bagi Napi

TAKENGON: Kepala lapas Kelas II B Aceh Tengah Sugiono akan merancang (Warung Telkom) Wartel PAS bagi para pidana yang ada di Kabupaten berpenghasil kopi tersebut. Ini dilakukan agar para napi yang selama ini masih mengunakan Handpone agar tidak lagi menyalahi aturan.

Menurut Sugiono, selama ini para napi dengan cara sembunyi-sembunyi masih mengunakan handpone saat berada di dalam lapas. Padahal hal ini sudah ada aturan dan tidak bisa membawa alat komunikasi ke dalam ruang tahanan.

“Kita akui masih ada napi secara sembunyi-sembunyi membawa handpone, ke depan terus kita tertibkan berlahan. Untuk mengubah kebiasaan itu sangat sulit, dan butuh waktu,” kata Sugiono yang baru dua bulan bertugas di lapas Takengon.

Inisiatif ini di ambil, agar napi binaan tidak lagi main kucing-kucingan dengan petugas lapas. Dan untuk menghindari komunikasi yang tidak perlu bagi napi. “Saya mendengar kalau selama ini lapas di Aceh Tengah seperti surga bagi napi. Ada yang bebas keluar masuk. Dan kedepan akan saya benahi,” jelas Sugiono berjanji ke depan akan menjalankan SOP.

Kepemilikan handphone dalam lapas adalah melanggar ketentuan, namun narapidana berhak berkomunikasi dengan keluarganya. Wartel pas ini adalah solusi, lanjut Sugiono, (31/7/2018).

Lanjut Sugiono, manajemen lapas harus sesuai dengan SOP dalam menjalankan pembinaan terhadap para napi yang berjumlah 514 orang. Diakui Sugiono selain kapasitas LP sudah melebihi kapasitas, lain itu jumlah penjaga di lapas Aceh Tengah juga masih sangat kurang.

“Kita akui, kapasitas lapas melebihi kapasitas juga personil “kami” juga sangat kekerangan jumlah. Sehingga harus mengatur sedemikian mungkin untuk mengamankan lapas,” ucap Sugiono yang masih membutuhkan dukungan semua pihak untuk menertibkan lapas Aceh Tengah.(Putra Gayo)

SHARE