Kadis Disdik, Uswatuddin Terima Penghargaan dari Bupati, “Ini Hasil Kerja Tim”.

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon; Bupati Aceh Tengah memberikan Piagam Penghargaan peringkat satu ke Dinas Pendidikan setempat, yang telah bekerja keras selama ini membuat inovasi baru dalam mengenalkan dan mempertahankan kearifan lokal, seperti; penganan lokal, pakaian Kerawang Gayo, berbahasa Gayo setiap Kamis.

Untuk penghargaan Uswatuddin sangat berterimakasih kepada Bupati Aceh Tengah yang telah mempercayakan dinas yang dipimpinya memperoleh juara satu. “Ini semua diperoleh karena kerja tim yang solid Dinas Pendidikan,” kata Uswatuddin.

Read More

Inovasi ini muncul menurut Uswatuddin, saat ini anak-anak sekolah sudah tidak lagi mengenal makanan daerah seperti Lepat, Gutel, Brahrom dan masih ada yang lainya. Padahal makan itu adalah makanan yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh. “Nah, sekarang disekolah-sekolah telah tersedia makanan itu dan anak-anak sangat menyukainya,” ujar Uswatuddin.

Lain itu pengunaan bahasa daerah, pihak dinas pendidikan mengira beberapa waktu lalu sangat perlu diterapkan satu hari dalam seminggu, mengunakan bahasa daerah.

“Kita khawatir anak-anak dan orang dewasa tidak lagi mengunakan bahasa lokal dalam berinteragsi, ini sangat bahaya dan bisa hilang bahasa daerah,” kata Uswatuddin begitu juga dengan pakaian Kerawang yang sudah di Perbubkan oleh Bupati Shabela Abubakar.

Menurut Uswatuddin, dijaman tehnologi saat ini kearifan lokal kian tergeser dengan maraknya dunia Getget dan segala aplikasi yang beredar di masyarakat, sehingga membuat kearifan lokal dan makanan-makanan lokal yang kian tergeser “kedudukanya” di pasar rakyat.

Tidak hanya baju kerawang gayo dan bahasa gayo yang diwajibkan satu hari, lain itu membuat gerbang sekolah setingkat SD dan SMP dengn motif berkerawang Gayo, sehingga memunculkan kearifan lokal yang kental dalam suasana belajar disekolah.

Bupati Aceh Tengah dalam arahanya usai memberikan penghargaan kepada beberapa dinas lainya berharap, teruslah berinovasi untuk memajukan daerah dengan tidak meningalkan kearifan lokal.

“Hanya kearifan lokal yang bisa menyelamatkan generasi Gayo kedepan dan kearifan lokal selalu dicari pendatang di daerah ini. Kalau semua hilang tentu kita semua akan sedih dan sulit untuk mengerakanya kembali,” tutup Bupati Shabela Abubakar. (KG45)

  • Whatsapp

Related posts