Inovasi Salmah Mengubah Sampah Menjadi Bahan Bakar Minyak

REDELONG : Sampah non organik seperti plastik adalah persoalan yang kini dihadapi masyarakat global, tiap sudut di berbagai belahan dunia kian hari terus menggunung. Lalu bagaimanà jika sampah-sampah plastik yang butuh ratusan tahun untuk terurai ke bumi itu dijadikan minyak bahan bakar. Ide berlian inilah yang dikembangkan oleh Salmah yang dipamerkan dalam PIPMG Se-Aceh Tahun 2019.

Bentuk sebuah kepedulian terhadap lingkungan , Salmah berklaborasi dengan sang ayah Pranata warga Kampung Teritit, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah berinovasi memamfaatkan sampah menjadi minyak.

Ketertarikan Mahasiswi Fakultas kedokteran di Universitas Syiah Kuala ( Unsyiah ) Banda Aceh itu, terhadap pengembangan sampah menjadi minyak sudah tumbuh sejak ia masih sekolah di SMA negeri Binaan Pante Raya Kabupaten Bener Meriah.

Salmah menceritakan, pada tahun 2013 yang silam dia merupakan duta Sanitasi teraktif se-Aceh. Dan memang dikala SMA dulu ia bergerak di bidang lingkungan sehingga pada tahun 2015 perlombaan tersebut kembali diulang dan ia terpilih menjadi duta teraktif dan inovatif dan berhak mengikuti workshop di Bogor Jawa Barat.

Pada saat mengikuti workshop Bogor, lanjutnya merupakan workshop tentang lingkungan, pengolahan limbah, dan sampah.

” Nah dari situ saya sangat tertarik, sehingga saya punya ide untuk membuka jurnal-jurnal tentang pengolahan sampah. Dan ternyata sampah plastik dapat dimanfaatkan untuk bahan-bahan pembuatan minyak” ujarnya.

Menurut Salmah, Recycle ( pengolahan ) sampah plastik yang dikembangkannya tersebut sangat ramah lingkungan. Karena cara pembakaran yang dilakukan untuk menghasilkan minyak mengunakan sampah sisa ketam kayu.

Sedangkan untuk bahan baku sendiri, dia mengunakan sampah plastik seperti bekas minuman Aqua gelas, dan kantong kresek.

” Dan itu sangat menghemat energi, kalau pembakaran mengunakan kompor tentu boros energi, kerana kita tidak ingin membuat energi baru menghabiskan banyak energi lain, untuk itu kita lebih memilih mengunakan sisa ketam untuk pembakarannya”. Terangnya

Mahasiswi kedokteran itu mengatakan, dalam 7 ons sampah dapat menghasilkan 200 meliliter minyak yang belum dapat dipastikan jenisnya tersebut, namun dia meyakini minyak hasil olahannya itu sejenis premium.

Dalam proses pembuatannya sendiri, dia melakukan dua kali penyulingan kedalam dua jenis alat yang dia beri nama Resam singkatan dari Recyele Sampah, yang merupakan alat ciptaan ayahnya.

Kemudian, dia pernah melakukan uji coba menghidupkan kendaraan bermotor mengkombinasikan minyak yang ia kembangkan dicampur dengan bensin dengan komposisi 60 persen minyak yang dia olah dicampur 40 persen bensin dan bisa menyalakan kendaraan bermotor.

” Kalau secara murni atau tanpa dicampur kita belum melakukan percobaan, karena memang ini harus dilakukan uji laboratorium untuk menentukan kandungan minyak tersebut, supaya kita mengetahui efek pengunaan minyak tersebut terhadap mesin “, tegasnya.

Salmah menyebutkan, inovasi Resam tersebut merupakan double fungsi, karena disamping bisa mengolah sampah menjadi minyak, juga sisa pembakaran sampah ketam tadi dapat menjadi pupuk organik dan juga dapat menjaga kebersihan lingkungan.

” Kita tahu sekarang ini, setiap belanja rumah tangga selalu mengunakan kantok kresek yang akibatnya itu terus menumpuk dan mencemari lingkungan “kata gadis cantik berkacamata ini.

” Parahnya lagi, kita tidak mempungkiri, ibu-ibu secara bebas membakar sampah itu kan sangat berdampak terhadap lingkungan, mencemari lingkungan dan dapat mempertipis lapisan ozon  “, papar Salmah.

Mahasiswi pemerhati lingkungan itu, sangat berharap agar inovasinya itu dapat lulus uji lab sehingga nantinya lingkungan di daerahnya tidak tercemari dengan limbah dan sampah plastik.

Dari informasi yang dihimpun Kabargayo, Inovasi Resam ( Receye Sampah ) tersebut masuk nominasi 6 besar dan hasil penilaian akan diumumkan pada acara penutupan kegiatan Pekan Inovasi Pemberdayaan Gampong ( PIPMG ) Sabtu 13 Juli 2019. ( Gona )

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!