Hubungan Kurang Harmonis dengan Istri, KW Tega Cabuli Anak Kandungnya

REDELONG  : Entah apa yang merasuki KW ( 44 ) warga masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo yang terpaksa harus mendekap di balik jeruji besi dan harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya bejatnya yang telah mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia dibawah umur.

KW, tega melakukan perbuatan tak bermoral terhadap putri sulungnya disamping istri pada saat sang istri sedang tertidur.  Kata Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi Irwan Ramli, melalui kasat Reskrim Bener Meriah IPTU Wijaya Yudi Stira Putra kepada awak Media saat mengelar konfrensi Pers Kamis ( 7/2/2019 )di ruang offroom Polres Bener Meriah.

Iptu Wijaya, yang didampingi Kasat Intel IPDA Dedi Parnadi, Kasubag Sumda Kompol Edi Yaksa menyebutkan, tersangka tega melakukan aksi bejatnya  karena tersangka mengaku sudah lama tidak mendapatkan kebutuhan biologis ( batiniyah) dari sang istri.

” Tersangka sudah lama tidak mendapatkan kebutuhan batiniyah, karena hubungan rumah tangga tersangka dengan sang istri tidak harmonis, akibatnya tersangka melampiaskan ke korban yang merupakan anak kandungnya sendiri ” kata Iptu Wijaya

Kasat Reskrim Bener Meriah itu menuturkan, dalam melancarkan aksinya tersangka sempat memberikan obat gatal-gatal anaknya kepada sang istri sehingga sang istri terlelap tidur. Setelah istri tertidur KW memaksa anaknya untuk melayani birahinya.

Lanjut Iptu Wijaya,  pelaku sempat mengancam korban, apabila korban menceritakan perbuatannya kepada ibu korban.

Iptu Wijaya,  terhadap perbuatan tersangka KW akan dipersangkakan pasal 81 ayat (1), (2 ), ( 3 ) dari Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang, Jo. Pasal 76D dari Undang-undang RI. No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Atas perbuatan tersangka, terancam hukuman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan  denda paling banyak 5.000.000.000. Tutur Kasat Reskrim itu.

Sebelumnya Kasubag Sumda Kompol Edi Yaksa menuturkan kronologis kejadiannya, berdasarkan keterangan ibu korban pada hari Sabtu ( 2 /2/2019) sekira pukul 10.00 wib pada saat itu ibu korban dan korban sedang duduk diruang tamu rumahnya, kemudian korban bercerita kepada ibunya bahwa dia telah disetubuhi oleh tersangka KW yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri.

Perbuatan KW, sudah berulang sebanyak 3 kali ditempat yang sama yaitu ruangan tamu dirumah yang mereka jadikan sebagai tempat tidur korban. Setiap kali tersangka melakukan perbuatanya dia mengancam korban dengan mengatakan ” jika korban melaporkan kepada ibunya, korban akan dipukul dan ditampar) atas acaman tersebut korban tidak berani menceritakan apa yang dialaminya atas aksi bejat ayahnya itu.

Mengetahui hal tersebut, ibu korban langsung melaporkan tindakan pidana  tersebut ke Polres Bener Meriah. Papar Edi Yaksa. ( Gona)