Hendak Berobat, Pegawai Honorer BPBD Aceh Tengah Kecewa Kartu BPJS Tidak Aktif

TAKENGON: Pegawai honorer Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah berjumlah 162 orang mempertanyakan kartu BPJS mereka tidak aktif. Akibat tidak aktif kartu BPJS pegawai honorer sangat kesulitan untuk berurusan ke Puskesmas.

Seperti yang diutarakan oleh Imran Gayo, salah seorang pegawai honorer, dirinya pernah berobat di salah satu puskesmas terdekat di kecamatan Bebesen karena mengalami sakit, namun sayangnya saat memberikan kartu BPJS ditolak oleh pihak Puskesmas, karena tidak aktif alias tidak bisa digunakan.

“Saya sangat kecewa, saat itu saya membutuhkan penanganan medis di pukesmas. Selesai berobat ternyata kartu BPJS saya tidak aktif. Dan harus menguras kocek untuk menyelesaikan administrasi biaya pengobatan,” jelas Imran Gayo, (26/6).

Sebenarnya bukan hanya Imran Gayo yang menjadi korban kartu BPJS tidak aktif, masih ada beberapa tenaga honorer yang mengalami nasib yang sama. Sebelumnya menurut Imran dirinya pernah kerkoordinasi dengan kepala BPBD Aceh Tengah, Tamrin. Tamrin membenarkan bahwa semua kartu BPJS memang belum aktif.

Tidak puas dengan jawaban kepala BPBD, Imran langsung mendatangi kantor BPJS dan bertemu dengan Kepala BPJS, Ita Eliza. Ita mengatakan tidak aktifnya kartu BPJS pegawai honorer akibat data pegawai honorer belum valid diterima oleh pihak BPJS. Sehingga terganggu dengan pengunaan saat melakukan pengobatan di puskesmas-puskesmas.

Ita Eliza meluruskan, memang benar Pemkab ada tunggakan dibawah Rp. 2 miliar rupiah, namun tidak mempengaruhi keaktifan kartu BPJS pegawai honorer. “Benar, pemkab ada tunggakan dibawah dua miliar, namun tunggakan itu tidak mempengaruhi keaktifan BPJS pegawai honorer,” kata Ita kepada Wartawan.

Nah, untuk mengaktifkan kartu BPJS para pegawai honorer di BPBD, pihak pemkab harus mengirimkan data valid seperti, KK, SK, slip Gaji dan lain-lain milik pegawai honorer, agar kartu BPJS bisa aktif kembali.

Imran Gayo sebagai pegawai honorer sejauh ini merasa kecewa, karena pihaknya setiap bulan dari gaji dipotong senilai Rp.24 ribu, namun tidak bisa mengunakan kartu BPJS. (Putra Gayo)

SHARE