Muhammad Lefiah Alias Onot Mengerti Perlunya Vaksin Untuk Kesehatan

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon; Siapa yang tidak mengenal pria yang satu ini, namanya Muhammad Lefiah, ia kerap dipanggil oleh masyarakat Aceh Tengah dengan sebutan Pak Onot.

Begitu orang memanggilnya, sosok orang tua ini sering lang-lang buana di Masjid Agung Ruhama Takengon. Ia kerap memarahi anak-anak jika ribut ketika Jama’ah sedang Sholat di Masjid itu.

Read More

Bahkan, nama Pak Onot tidak asing lagi ketika ditanya di seputaran Pasar yang ada di Kabupaten berhawa sejuk itu. Pria yang terkenal kalem itu bahkan ramah dikalangan anak-anak namun ia terlihat bengis ketika ada anak-anak yang nakal dan mengolok-olok dirinya.

Namun, uniknya, pria yang tidak pernah melepas kopiah nya itu meminta disuntik Vaksin Covid-19 diseputaran Pasar Paya Ilang Takengon. Ia ngotot untuk disuntik supaya terhindar dari wabah yang sedang meresahkan masyarakat di tanah air.

“Tadi, Pak Onot ini meminta kepada kami untuk disuntik, ya kami minta identitas seperti KTP dia tidak membawanya, bahkan kami juga tidak tau namanya siapa, akhirnya ada salah seorang yang menyebut namanya Muhammad Lefiah, kami juga baru tau itu namanya,” kata Jubir Satgas Covid-19 dr Yunasri, Kamis 22 Juli 2021.

Keinginan yang kuat untuk disuntik Vaksin membuat Yunasri mengijinkan Pak Onot untuk disuntik. Namun, untuk proses kelengkapan administrasi ia dibebaskan tidak seperti masyarakat umum harus membawa KTP.

“Vaksin nya tanpa syarat, namun, tetap dilakukan Screening, hanya saja tidak melampirkan KTP,” pungkas Yunasri, sembari mengapresiasi permintaan pak Onot untuk disuntik Vaksin.

Yunasri juga melayangkan pernyataan sindirian kepada masyarakat atau generasi muda yang masih sehat enggan disuntik vaksin. “Pak Onot saja mau disuntik, kenapa kita yang sehat yang sudah diwajibkan untuk disuntik enggan datang dilakukan penyuntikan,” sindir Yunasri.

Terpisah, Pak Onot ketika diajak berbicara tentang Suntik Vaksin ia menjawab tidak sakit. “Tidak ada sakit, rasanya seperti digigit semut, bahkan lebih sakit digigit semut daripada disuntik,” kata pak Onot dengan bahasa Gayo. (KG31)

Related posts