Enam Terpidana Jarimah Ikhtilath dan Khalwat di Hukum Cambuk di Takengon

Salah satu terpidana yang menjalani hukuman cambuk karena melanggar Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014, di gedung Olah Seni Takengon (30/1/2019) || Ist.
Salah satu terpidana yang menjalani hukuman cambuk karena melanggar Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014, di gedung Olah Seni Takengon (30/1/2019) || Ist.

TAKENGON: Pelaksanaan hukum cambuk kembali berlangsung di Aceh Tengah, kali ini enam terpidana menerima hukuman cambuk karena melanggar Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014. Pelaksanaannya ini berlangsung di depan gedung olah seni Takengon, Rabu (30/1/2019).

Kejari Takengon, Nislianudin, SH, MH kepada Wartawan menyebutkan
keenam orang yang menjalani proses eksekusi karena telah melakukan perbuatan yang melanggar Syariat Islam.

Terpidana yang menjalani hukuman cambuk ini adalah AM (43) dengan hukuman cambuk 25 kali, RT (22) 10 kali cambuk, IS (24) , SN (32), ID (29), PM (29), masing-masing dengan 100 kali cambuk dipotong masa tahanan.

Terpidana AM dan RT terbukti melakukan Jarimah Ikhtilaf, (perbuatan zina tanpa ada saksi) sekebihnya terbukti melakukan Jarimah Zina (Khalwat).

Eksekusi ini dikawal pihak kepolisian, Satpol PP WH dan Linmas Aceh Tengah dan disaksikan unsur Forkompinda dan Forkompinda Plus Aceh Tengah. (Wien Pengembara)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!