Disuruh Pulang Karena Terlambat ke Sekolah, Wali Murid QN di SDN Mutiara Laporkan Keberatan

REDELONG: Tak terima anaknya disuruh pulang pihak sekolah SDN Mutiara karena terlambat datang ke sekolah, pihak keluarga QN melaporkan keberatan Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah.

“Karena tidak terima putri kami disuruh pulang saya menjumpai kepala sekolah namun, kepala sekolah bersikeras bahwa hal itu dilakukan berdasarkan aturan sekolah sehingga kami sangat kecewa dan memindahkan anak kami dari sekolah tersebut,” ungkap orang tua siswi yang di suruh pulang, yakni NL (38) Warga Simpang Bahgie Kecamatan Bandar kepada Wartawan. Jumat (26/10).

Ia menceritakan, sebelumnya Senin 8 Oktober 2018 lalu sekira pukul 7:35 wib ia mengantar anaknya QN yang masih berusia 8 tahun ke sekolah SDN Mutiara dan melihat pintu gerbang sekolah dalam keadaan tertutup. “ Karena ada beberapa orang temannya yang juga terlambat menunggu pintu gerbang terbuka saya meninggalkan QN bersama temannya dan pergi kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekira pukul 11:00 wib saat istrinya menjemput ke sekolah melihat QN sendiri sedang duduk di luar sekolah dan QN mengaku disuruh pulang oleh seorang guru dan karena rumahnya jauh putrinya terpaksa menunggu di samping jalan diluar sekolah selama jam sekolah berlangsung.

“ Saat saya tanyakan kepada kepala sekolah, ia mengatakan bahwa tata tertib sekolah memang seperti itu dan sudah berlaku seminggu yang lalu sehingga murid yang telambat datang akan disuruh pulang,” Katanya.

Nasri mengaku, putrinya yang masih berusia 8 tahun tersebut baru duduk di bangku kelas 2 SD dan baru sembuh dari sakit. “ Sebelumnya QN sempat di opname dan mendengar anak kami disuruh pulang dari sekolah tentu saya tidak terima dan saat saya menjumpai kepala sekolah sambutannya sangat tidak menyenangkan,” sebutnya.

Selanjutnya keesokan harinya, pihak sekolah mengirimkan surat tata tertib sekolah kepada QN. “QN menyampaikan bahwa surat tersebut harus diberikan kepada saya bukan kepada ibunya sehingga kami memutuskan untuk memindahkan QN dari sekolah tersebut,” katanya.

Baca:Terkait Siswa Disuruh Pulang Karena Terlambat, Ini Penjelasan Kepala Sekolah SDN Mutiara

Sementara itu, Sekretaris Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, M Arif Efendi saat dikonfirmasi wartawan membenarkan sudah menerima laporan dari orang tua murid dan menindak lanjuti laporan tersebut dengan memanggil kepala sekolah SDN Mutiara.

Ia menambahkan, hal tersebut tidak dilakukan oleh kepala sekolah melainkan guru yang ada disekolah tersebut. “ Ketika kita panggil kepala sekolah ia mengku murid yang disuruh pulang tanpa sepengetahuannya dan ia juga mengaku sudah memanggil guru dan menasehati,” ujarnya.

Menurutnya, dalam tata tertib sekolah tersebut juga tidak disebutkan bahwa anak yang terlambat itu harus disuruh pulang. “ Kita sudah lakukan pemanggilan biar kejadian serupa tidak terulang kembali, “ kata Arif.

Menyikapi permaslahan tersebut, Reilawati Ketua PP3M (Perkumpulan Perempuan Pendidikan, pendampingan Untuk Perempuan dan Masyarakat) menyampaikan, sangat tidak setuju dengan tindakan yang di ambil oleh pihak sekolah SDN Mutiara.

Menurutnya, guru disekolah semestinya paham analisa dari daerah tempat sekolah tersebut berada dan tidak mengkesampingkan undang-undang perlindungan anak dan undang-undang peradilan anak serta sistem pendidikan nasional.

“ Aturan sekolah kan bisa di musyawarahkan tidak serta merta melakukan hal tersebut membiarkan anak pulang sendiri jika terjadi kejadian dan lain sebagainya apakah sekolah bisa bertanggung jawab dengan kasus seperti itu apalagi murid tersebut seorang perempuan,” Katanya.

Selaku ketua PP3M ia juga mengaku sangat prihatin dan menyesalkan sikap sekolah.” Semestinya sekolah mesti paham kondisi siswanya seperti apa dan memulangkan anak itu bukan jalan keluar untuk menghukum anak jika terlambat datang sekolah.” Kata Railawati.

Ia berharap, guru yang memulangkan anak tersebut bertanggung jawab. “ Secara hukum tidak harus terjadi tindak pidana namun harus bertanggung jawab secara moral dan sosial dan sekali lagi kami sangat tidak setuju dengan tindakan pihak sekolah,” Ujarnya. (Uri)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!