Diperlukan Usaha yang lebih Maksimal Terkait Penanganan Konflik Gajah dan Manusia di Bener Meriah

REDELONG: Menanggapi persoalan konflik gajah dengan manusia terutama di Bener Meriah, Kapolres Bener Meriah AKBP Fahmi, Irwan Ramli,S.I.K,M.Si mengatakan diperlukan usaha yang yang lebih maksimal untuk mengatasi persoalan tersebut. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Coffee Morning yang di selengarakan di Pendopo Bupati Bener Meriah Sabtu (3/11/2018).

Kapolres menambahkan, terkait hal ini sebenarnya sudah pernah dibicarakan di tingkat Provinsi dan ada tiga tahapan untuk dilakukan penyelesain antara lain jangka panjang, menengah dan jangka pendek.

Dijelaskanya, untuk penyelesaian jangka panjang yang sudah direncanakan yakni dibuat satu kawasan ekosistem esensial. “ Saya juga tidak tau perkembangannya seperti apa sebab melibatkan provinsi Aceh dan beberapa kabupaten termasuk Bener Meriah. Namun, jika berbicara itu mungkin terlalu jauh sementara fakta dilapangan gajah saat ini masuk ke pemukiman dan meresahkan warga,”ujarnya.

Ia menambahkan, untuk jangka pendek sendiri sudah ada beberapa langkah yang sudah dilakukan, oleh, Camat, Kapolsek, Danramil, Tim 8 dan CRU untuk melakukan pengiringan atau pengusiran serta sudah diberikanya bantuan dari pemerintah kepada korban yang mengalami kerusakan rumah dan tanaman.

Disebutkanya, untuk terus melakukan penggiringan gajah agar keluar dari pemukiman, tim yang berada dilapangan juga membutuhkan anggaran.” Tim yang berkeja dilapangan sebenarnya tidak memerlukan anggaran yang berlebihan dan mereka hanya perlu petasan serta makanan yang cukup,”sebut Kapolres.(Uri)

Harap berkomentar dengan sopan dan tidak menyinggung SARA, Kami tidak bertanggung jawab dengan komentar anda!