Dinas Kominfo Aceh Dampingi PPID Utama Bener Meriah

REDELONG : Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian ( Dinas-Kominfo) Aceh lakukan pendampingi Pengelola Informasi dan Dokumentasi ( PPID ) Bener Meriah. Guna untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik. Rabu (7/3/2018) di ruang offrum Kantor Bupati Bener Meriah.

Acara tersebut turut dihadiri Asesten III bidang Admistrasi Umum Drs Suarman, MM sekaligus mewakili Seketaris daerah ( Sekda) Drs Ismarissiska. MM, Kepala Bappeda Khairul Aksa, SE. MM, Seketaris Kominfo Bener Meriah Khalisuddin, SE dan Seketaris Kominfo Aceh Muklis beserta rombongan.

Seketaris Dinas Kominfo Aceh Muklis menyebutkan, kehadiran mereka bersama rombongan ke Kabupaten Bener Meriah untuk melakukan pendampingan terhadap PPID Bener Meriah. Katanya.

Setiap instansi harus memiliki PPID, namun kalau untuk SKPK itu merupakan PPID pembantu dan Dinas Kominfo merupakan PPID utama. Kata Muklis

Untuk itu, Dinas Kominfo sebagai PPID utama memiliki tugas tambahan menyangkut keterbukaan informasi publik. Sebutnya.

Lanjutnya, tujuan dari PPID itu sendiri adalah pelaksanaan Undang- undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Dimana Pemerintah sebagai penyelengara negara wajib memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkannya . Ungkapnya.

Untuk itu, tambahnya, Dinas Kominfo sebagai PPID utama punya tugas yang berat. Dan berbanggalah bagi Dinas Kominfo didaerah yang memiliki anggaran yang banyak, namun bagi daerah yang Dinas Kominfonya angaran kecil semoga pemerintah daerah tersebut dapat meningkatkan angaran Dinas tersebut. Paparnya.

Muklis menambahakan, dalam melaksanakan pemerintahan yang bersih peran PPID itu harus dimaksimalkan untuk itu kami berencana pendampingan ini akan kita tuntaskan hari ini.

” Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi,
silakan saja memintanya apalagi informasi yang menyangkut kepentingan pembangunan daerah ” Ujarnya.

Sementara itu Asesten III Drs Suarman, MM dalam sambutanya mengatakan, informasi itu sangat penting, karna segala galanya butuh informasi. Paparnaya.

Dai juga mengatakan, keterbukaan informasi publik terkadang banyak anggapan semua informasi itu bisa diberikan, padahal ada informasi yang bersifat rahasia, setengah terbuka dan Informasi terbuka.

” Ada informasi yang tidak boleh di berikan karena bersifat rahasia negara, dan ini perlu dipahami oleh orang-orang yang meminta Informasi ” tegas Asesten III itu. ( Gona)