Diduga Calo Lapak Berkeliaran di Paya Ilang, Bupati Shabela Diminta Turun Tangan

Poster penting untuk penyewa kios Pasar Paya Ilang Aceh Tengah (photo/Kabargayo)

Kabargayo.com, Takengon: Penyewa lapak di seputaran pasar Paya Ilang diduga sudah lama terjadi. Bahkan, pihak penyewa pun telah berakar dari tangan ke tangan. Pemerintah Daerah akan menindak Calo lapak yang bergentayangan tersebut.

“Kita akan bersihkan kasus ini di tahun 2022 ini, dalam aturan tidak boleh seperti itu,” kata Plt Kepala dinas perdagangan Aceh Tengah, Marwandi Munthe kepada awak media, Selasa 04/01/2022.

Read More

Ia juga sudah mendengar informasi tersebut, bahkan beberapa nama sudah dikantongi pihak dinas untuk selanjutnya dilakukan penertiban.

Penertiban itu bukan hanya dilakukan oleh Dinas Perdagangan Aceh Tengah, melainkan dalam wadah tim terpadu, meliputi dinas perijinan dan perdagangan da. pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Perdagangan lapak ini sudah didengar oleh dinas, kami bersama tim akan bergerak, kami akan inventaris siapa siapa saja yang menjadi dalan dibalik ini,” kata Marwandi.

Pedagang sedang menjajakan dagangannya di dalam gedung putih Paya Ilang (Photo/Kabargayo)

Informasi Calo lapak ini terendus dari sejumlah pedagang Paya Ilang, Aceh Tengah, Armada, ia mengaku, nilai yang di tawarkan untuk di sewa berjumlah fantastis, diduga sampai ke angka Rp.30 juta.

“Lapak yang disediakan Pemda kalau sekarang tidak sanggup lagi kita sewa, ada yang sampai Rp30 juta, darimana kita bawa uang,” kata Armada.

Tindakan ini kata dia, harus diusut oleh pihak dinas bersama pihak terkait untuk mensterilkan kembali pasar Paya Ilang dan memutus terjadinya pungutan-pungutan liar.

Ia juga meminta Bupati Aceh Tengah Shabela turun tangan menertibkan Calo lapak itu, sehingga pedagang merasa nyaman dan lepas dari pungutan Liar. (KG31)

Related posts