Di Bener Meriah Penaikan Bendera Partai Politik Di Warnai Secara Adat

REDELONG : Prosesi penaikan bendera Partai Politik peserta pemilu tahun 2019 di Kabupaten Bener Meriah, diwarnai secara adat dengan cara pesejuk (Tepung tawar) terhadap seluruh Ketua partai politik oleh Majelis Adat Gayo (MAG) Bener Meriah yang diselengarakan Komisi Independe Pemilihan (KIP) setempat . Minggu (25/2/2018).

Dalam acara pesejuk itu, selain Ketua partai politik, Ketua KIP dan Panwaslu Kabupaten Bener Meriah juga turut dipakaikan Sal bermotif kerawang gayo oleh MAG setempat.

Penaikan bendera partai politik secara serentak dengan prosesi adat gayo yang dilakukan guna untuk menciptakan demokrasi yang damai, dan pemilu yang aman dengan harapan seluruh partai peserta pelig 2019 maupun pilpres saling menjaga pesta demokrasi ini dan tidak saling mengangu satu sama lain. Kata Muktarudin Ketua KIP Bener Meriah

Dalam kesempatan tersebut Muktarudin juga menyampaikan, KIP Bener Meriah telah melaksanakan tahapan Pemilu sejak bulan Agustus 2017 lalu, dan telah menyelesaikan tahapan yang begitu besar yaitu tahapan pendaftaran dan verifikasi partai politik. Ungkapnya.

” Dari 29 Parpol yang mendaftar sebelumnya 28 partai yang lolos, namun setelah verifikasi paktual ditingkat pusat 10 partai gagal sehingga partai politik peserta pemilu tahun 2019 sebanyak 18 partai lagi ” tuturnya.

Dia menganku, untuk saat ini pihaknya baru dan sedang melaksanakan tahapan seleksi Panitia Pemungutan Suara ( PPS). Dan kedepan masih banyak tahap yang harus dilaksanakan KIP guna mensukseskan pemilu 2019. Ujar Muktarudin.

Sementara itu wakili KIP Aceh Basri M Sabi dalam sambutannya mengatakan, momentum penaikan bendera partai politik secara serentak adalah merupakan inisiatif pihak penyelengara.

Dia juga mengatakan, momentum penaikan bendera partai politik secara prosesi adat di Aceh baru dilakukan KIP Bener Meriah dan ini patut dipertahankan dalam menjaga kearifan loka. Sebutnya.

” Acara penaikan bendera partai politik secara pesejuk ( tepung tawar) ini harus dipertahankan dan ditingkatkan, dan ini adalah merupakan inisiatif dalam upaya menjaga kearifan lokal “. Paparnya.

Dinamika pemilu setiap pelaksanaanya pasti mengalami perubahan, namun Dia yakin pemilu di Kabupaten Bener Meriah akan berjalan dengan baik, keyakinan itu menurutnya karena Bupati sebagai pembina partai politik didaerah ini juga merupakan mantan penyelengara pemilu yang tentu sanggat memami tugas penyelengara. Ujarnya.

Tambahnya, karena KPU dalam menyelenggarakan pesta demokrasi banyak perbaikan-perbaikan sistem yang terus berubah untuk itu partai politik sebagai pilar demokrasi harus mewujudkan pemilu yang damai, aman. Pintanya.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Bener Meriah Ahmadi mengatakan, KIP sebagai penyelengara harus memberikan informasi kepada seluruh partai politik. Karena kita menyadari peraturan PKU sering berubah.

” Bila terjadi peraturan yang berubah hendaknya KIP menginformasikan kepada seluruh partai politik melaui penghubung partai masing-masing “. Pinta Ahmadi.

Dia juga menjelaskan, Kendati dia juga merupakan pimpinan salah satu partai politik, namun bukan berarti dia hanya memikirkan partainya saja karena dia merupakan pembina bagi seluruh partai politik didaerah ini. Tegasnya.

Tambahnya, sebagai partai politik kita juga harus sama-sama menjaga kestabilan daerah, ” Warna boleh beda tapi kita semua sama” dan jadikan perbedaan ini sebagai rahmat. Cetus Ahmadi.

(Gona)