Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Aceh Tengah 2021-2026 Dilantik

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon: Dewan Kehormatan dan Pengurus  Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Tengah periode 2021-2026 dikukuhkan dan resmi dilantik oleh  Ketua PMI Aceh Murdani Yusuf. Prosesi pelantikan ini berlangsung di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, dengan protokol kesehatan yang ketat.  Selasa (6/7/ 2021).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat keputusan (SK) Pengurus PMI Provinsi Aceh Nomor: 10/Kep/PMI/III/2021 tertanggal 16 Maret 2021 tentang kepengurusan PMI Aceh Tengah.

Read More

Susunan Struktur Dewan Kehormatan dan Pengurus yang dilantik sebagai berikut: Dewan Kehormatan Arwin Mega, Subhandi, SSTP, Amir Hamzah dan Jumhur. Pelindung; Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar.

Ketua Aulia Putra,SSTP.MSi, Wakil Ketua Jurnalisa,SE  Ketua Bidang Organisasi dan Sumber Daya Muslim Hakim MY. Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Iwan Rantoni, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Donor Darah dr Yunasri MKes. Ketua Bidang Anggota dan Relawan Satria Darmawan, Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan Yusrin M.KM.

Sekretaris Ida Sumita.MD, Wakil Sekretaris Zia Ulhaq, Bendahara Edi Sofyandra Putra dan Anggota Musdalifah,S.Pd, Mico Irawan,S.STP, Hamzah Usmindra.SKM, Andi Pratama serta Rianda Dialasco.

Pelantikan Dewan Kehormatan dan pengurus PMI Aceh Tengah, Selasa (6/7/ 2021).

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Aceh Murdani Yusuf dalam sambutan dan arahannya menyampaikan,  PMI Aceh Tengah telah vakum kurang lebih selama dua tahun.

Ia meminta, kebutuhan struktur relawan TSR, KSR di refresh ulang atau direkrut kembali. Pihaknya butuh relawan yang dapat mem back-up tugas kemanusiaan. PMI sebutnya, wajib melaksanakan tugas membantu pemerintah dalam hal konflik sosial, musibah kebencanaan dan tugas Negara tentang pelayanan darah.

“Mungkin secara umum PMI diberikan tugas dunia internasional tentang penanganan konflik yang tidak dimiliki lembaga lain, kalau ada korban luka atau meninggal dilokasi bencana PMI datang membantu mereka,” ujarnya.

Tugas Negara lain adalah pelayanan darah, ketika di suatu daerah PMI belum sanggup dengan SDM dan Ekonomi Pemda harus ikut andil untuk membantu. Untuk itu, PMI Aceh Tengah harus punya Bank Darah berjalan dan data base pendonor.

“Mitra kita adalah TNI/Polri mereka rutin mendonorkan darah. Kita ingin PMI bisa membantu Pemda, kita tidak menuntut lebih, ketika masyarakat membutuhkan kita ada, kita tidak bersaing dengan pemerintah dan lembaga lain,” katanya.


Ketua PMI Aceh Tengah Aulia Putra meminta dukungan dan bimbingan dari Bupati Aceh Tengah serta Forkopimda dalam melaksanakan amanah yang berat untuk menjalakan roda organisasi tersebut.

‘”Kami mohon dukungan, bantuan dan perhatian dari eksekutif, legislatif, yudikatif dalam amanah ini, mohon bimbingan dan arahan, sehingga apa yang diamanahkan kepada kami berjalan dengan sebaik baiknya,” pinta Kepala Dinas Sosial itu.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar memberi saran kepada pengurus PMI yang baru dilantik itu, kata dia, sarana dan prasarana sangat terbatas dan belum memiliki unit transfusi darah.

“Untuk itu, pengurus harus berkoordinasi dengan pihak RSUD Datu Beru Takengon,” harap Shabela.

Terkait aset yang dimiliki PMI Aceh Tengah, kini statusnya sudah berkarat jika diperbaiki kata dia, sama saja dengan membeli mobil second.

“Kita kilokan saja, hasilnya nanti kita beli yang baru, untuk itu, pengurus yang baru harus mampu berkoordinasi dengan pengurus PMI Pusat dan provinsi dan rekrut masyarakat sebagai pengurus, supaya PMI tetap eksis,” tutup Shabela Abubakar.(KG78/KG31)

Related posts