Covid-19 dan Bulan Penuh Berkah

  • Whatsapp

Oleh: Rifki Adrian ( sekjen himpunan mahasiwa bener meriah sumatera utara)

Corona virus 2019 (covid-19) adalah sebuah nama virus yang belakangan ini terkenal di kalangan masyrakat dunia. Virus yang beberapa bulan kebelakang ni menjadi musuh terbesar bagi kesehatan masyarakat dan menjadi lawan penting bagi para petugas medis atau kesehatan di seluruh dunia.

Read More

Virus yang awalnya tersebar di provinsi Wuhan China ini menyebar sangat cepat sampai penjuru dunia menurut data dari WHO sudah ada beberapa negara-negara yang terpapar virus corona ini dan banyak menelan jiwa, sejauh ini WHO mencatat per tanggal 13 maret 2020 ada 114.312 Kematian yang ada di berbagai negara. 

Di asia tenggara virus ini telah menjangkit sangat luas termasuk negara Indonesia terkena dampak dari virus covid-19 ini. Saat ini keadaan di Indonesia semangkin hari semangkin banyak saja yang terpapar menajadi ODP orang dalam pengawasan dan menjadi pdp pasien dalam pengawasan bahkan banyak juga yang terenggut nyawanya akbit dari virus covid-19 ini. Bukan terhadap masyarakat saja, covid-19 ini juga banyak merengut barisan depan yang menangani virus corona, yaitu para dokter dan perawat atau terkenal juga dengan tim medis yang saat ini banyak berguguran akibat virus mematikan itu.

Pemerintah melalui kebijakanya mengupayakan segala hal untuk segera dapat mengatasi virus corona tersebut dengan berbagai cara yang telah di lakukan pemerintah dari menerapkan social dissenting, lock down local, karantina daerah, work from home. Hal-hal ini di upayakan agar dapat memutuskan rantai penyebaran covid-19 ke seluruh masyarakat indonesia.

Hanya saja hal ini juga menuai permasalahan baru dari masyarakat yang mulai kehilangan pekerjaan akbid mulai nya di batasi untuk tidak bergerak di luar rumah sampai keadaan paling mendasar yaitu perekonomian masyarakat mulai tidak stabil akibat bahan pokok juga mulai naik. Jeritan-jeritan jeritan dari masyarakt kalangan menengah kebawah mulai terdengan hanya saja saat ini semuanya sedang mengupayakan hal yang terbaik untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.  

Belum habis dampak corona dengan perekonomian masyarakat di tambah lagi bebrapa hari kedepan khusus nya bagi umat Islam akan segera menghadap kepada bulan yang penuh berkah dan sangat suci yaitu bulan ramadhan. Apakah hal ini akan menjadi penghambat atau malah berkah untuk umat manusia, kita sering mendengar bahwa allah SWT tidak akan menciptakan sesuatu dengan kesia-siaan pasti setiap apa yang di buatnya di permukaan bumi ini maka memiliki makna untuk manusia lebih bersyukur kembali. Kira-kira corona ini menjadi penghambat atau tidak ketika nanti kita semua menjalankan ibadah di bulan suci ramdhan akan dating sebab pemerintahan melalui kebijakan nya melarang masyarakat untuk mengadakan kegiatan sosial dan bahkan untuk tidak solat di masjid dahulu. 

Menurut pandangan ulama bahwa untuk  tidak sholat di masjid bukanlah halangan bagi kita untuk tidak beribadah sebab pada jaman Rasulullah pun hal ini pernah terjadi, jadi ketika kita ingin mengurangi atau memutuskan dampak covid ini dengan niat agar tidak tertular virus dan solat di rumah bersama keluarga adalah hal yang di anjurkan dan pahalanya sama saja dengan solat berjamaah di masjid sebab kita juga solat berjamaah di rumah.

Hal apa yang menjadi penghambat untuk kita tetap beribadah kepada Allah SWT ketika bulan suci Ramadhan kali ini di landa oleh wabah virus. Allah taala tidak menciptakan  sesuatu tanpa kesia-siaan pasti ada maknanya. Ketika bulan suci Ramadhan tiba nanti kita akan tetap bisa menjalankan ibadah dengan khyusuk sebab dengan diberlakukannya kita untuk tetap di rumah saja kita dapat melakukan hal hal yang bermanfaat seperti tadarus bersama keluarga untuk mencapai selesai 30 jus dalam bulan ramdhan, membaca hal-hal yang bermanfaat, ibdah, zikir, dll.

Jika ini dilakukan tentu saja berefek sangat luar biasa ketika Ramadhan berakhir dan insallah juga virus ini cepat berlalu kita akan menjadi sebuah kepribadian yang lebih baik lagi, kita ambil sisi positifnya ketika Allah SWT memberikan musibah kepada kita berbentuk virus ini dan kita di wajibakan di rumah saja mungkin Allah inginkan kita agar dekat dengan keluarga, membangun hubungan yang harmonis,dan religius serta lebih meningkatkan amal ibadah bersama dengan keluarga di rumah.

Di bulan suci Ramadhan yang akan tiba beberapa hari lagi mungkin kita akan dihadirkan dengan begitu banyak kejutan dan hal ini perlu kita pakai untuk bersyukur dan saling membantu satu- sama lainnya sebab membantu tak mesti membuat kegiatan sosial saling berbagi dengan tetangga adalah hal sederhana yang dapat kita dan jangan jadikan corona sebagai alasan untuk tidak beribadah dengan baik di bulan suci ini, tetap waspada tetapi tetap juga jaga keimanan kita semoga corona cepat berlalu dan kita bisa kembali ke aktivitas kita semestinya. ***

Related posts