Camat Bebesen Diberhentikan Secara Tidak Hormat, Apa Pasal?

TAKENGON: Melalui surat Badan Kepegawaian Negara (BKN) diteruskan dengan SK Bupati Aceh Tengah, Camat Bebesen, Mahlia, SE diberhentikan secara tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terhitung mulai Tanggal 31 Juli 2018, Pemberhentian tersebut sesuai dengan surat keputusan Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar Nomor: 316 Tahun 2018 Tanggal 16 Juli 2018.

Lalu apa pasal Camat yang mau pensiun ini diberhentikan? Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, kepada wartawan mengatakan, pemberhentian tersebut diduga terkait kasus korupsi, meski demikian Shabela mengaku tidak mengetahui persis kasus korupsi apa yang menjerat bawahannya itu.

“Saya sendiri tidak mengerti apakah kasus Tindak Pidana Korupsi, apabila dugaan ini benar, peraturan sudah berlaku bagi orang orang terlibat korupsi,” jelasnya seperti dikutip oleh wartawan di Takengon, Selasa (31/07/2018).

Shabela juga mengatakam pemberhentian tersebut berdasarkan perintah dari BKN, jika tidak diberhentikan oleh Bupati, maka BKN dan KPK akan memeriksa Bupati.

Ternyata bukannya Camat Bebesen saja, kata Shabela ada dua nama lain yang sudah dikantongi dan sedang diproses di BKN untuk proses lebih lanjut, bedanya dua nama tersebut diberhentikan 50 persen.

Dirinya selaku Bupati telah memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) berkonsultasi dengan BKN. Pihaknya akan berkonsultasi apakah mesti diberhentikan atau bisa dipensiunkan. Untuk Camat Bebesen, juga akan berupaya melakukan koordinasi dengan BKPSDM.

Sementara itu, sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (Plt), Bupati Aceh Tengah, menunjuk Alwin Syahri,SE yang sebelumnya menjabat sebagai Sekertaris Kantor Camat (Sekcam) sebagai Plt. Camat Bebesen.

Shabela juga mengatakan dirinya memahami pihak keluarga yang bersangkutan berat menghadapi kenyataan tersebut, dengan keputusan yang ia keluarkan selaku bupati.

Shabela juga mengungkapkan, pihaknya akan mengu­paya­kan kemungkinan setidak­nya yang bersangkutan dapat diberhentikan dengan hormat dan dipensiunkan lebih cepat, dengan pertimbangan kemanusiaan dan melihat pengabdian yang bersangkutan selama ini.“Kita berharap masih ada peluang untuk menyelamatkan nasibnya, karena me­nyangkut kehidupan keluarga dan masalah marwah” kata Shabela kepada Wartawan.(Wien Pengembara)

SHARE