Bupati Shabela Buka Seminar Hasil Penelitian Arkeologi Balar Sumut, “Kita Apresiasi dan Dukung Kegiatan Itu”

  • Whatsapp

Kabargayo.com, Takengon; Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Utara menggelar Seminar Hasil Penelitian Arkeologi Austronesia di Indonesia Bagian Barat bertempat di Ballroom Hotel Parkside Gayo Petro Takengon, (21/05).

Seminar yang mengulas topik kajian tentang Budaya Austronesia Prasejarah di Wilayah Budaya Gayo itu, menghadirkan sejumlah stakeholder terkait dan dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar.

Read More

Dalam sambutannya, Bupati Shabela Abubakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia menyebutkan, seminar ini bernilai sangat penting sebagai upaya berkelanjutan untuk mengungkapkan identitas dan kehidupan suku bangsa Gayo sejak jaman dahulu (prasejarah), serta melihat persepsi masyarakat terhadap hasil penelitian yang sudah dilakukan.

“Penemuan dan penelitian arkeologi ini harus terus kita gaungkan agar masyarakat menyadari begitu besarnya budaya dan peradaban yang telah diwariskan leluhur kita dimasa lalu, sekaligus ada upaya kita hari ini untuk terus melestarikan peradaban budaya dan mewarisinya kepada generasi yang akan datang,” kata Shabela sambil mengatakan akan terus mendukung kegiatan dikmaksud.

Sebelumnya Kepala Balar Sumut, Dr. Ketut Wiradnyana, M.Si dalam sambutannya mengemukakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam kaitannya dengan tanggungjawab balai arkeologi untuk menyampaikan hasil temuan dan penelitiannya kepada khalayak ramai untuk diketahui.

Dikatakannya, seminar ini diarahkan untuk mengajak stakeholder terkait untuk mengupas dan memperkaya sumber informasi mengenai sejarah migrasi manusia prasejarah sekaligus juga untuk mengajak masyarakat untuk kritis mengkaji dan mereposisi keberadaan ilmu arkeologi yang selama ini dianggap sebagai acuan teori, semisal teori migrasi Austronesia.

“Hasil penelitian dan temuan kita dalam galian prasejarah didaerah ini membuahkan teori yang berbeda dengan teori migrasi yang selama ini diyakini para arkeolog,” kata Ketut. (KG45)

  • Whatsapp

Related posts