Apresiasi KPK, APAH: Usut Korupsi di Bener Meriah Sampai ke Akar-Akarnya!

REDELONG: Sejumlah massa yang menamakan diri mereka, Aliansi Pemuda Bener Meriah (APAH) gelar Aksi unjuk rasa menyikapi kasus dugaan suap Dana Otsus yang diduga melibatkan Gubernur Aceh Nonaktif, Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Nonaktif, Ahmadi yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK bersama dua orang lainnya. Aksi ini berlangsung di halaman DPRK Bener Meriah, Kamis, (11/7/2018).

“Tertangkapnya Gubernur Aceh dan Bupati Bener /Meriah Nonaktif merupakan sebuah gambaran bagaimana busuknya oknum-oknum pejabat menggerogoti uang rakyat, tidak menutup kemungkinan bahwa pola yang sama juga dilakukan di daerah-daerah lainya di Aceh” ujar Raudhi. S. IP selaku Koordinator aksi.

Menyikapi hal tersebut, APAH kata Raudhi menyatakan sikap mengapresiasi kinerja KPK dalam mengusut kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah Nonaktif, meminta KPK mengusut tuntas kasus tersebut sampai akar-akarnya dengan menangkap semua pelaku yang terlibat.

“Kami juga mengecam segala bentuk provokasi dan tudingan miring yang bertujuan untuk memojokkan KPK dan pihak lainnya, semua pihak harus mengikuti dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan sampai adanya putusan hukum yang bersifat tetap”, tegasnya.

APAH juga Kecewa terhadap pemimpin Bener Meriah yang telah ditangkap KPK dan terkesan fungsi DPRK dalam mengawal pemerintahan di negeri penghasil Kopi Arabika itu gagal.

“Secara spontan DPRK Bener Meriah gagal mengawal pemerintahan Bener Meriah, untuk itu Dewan harus mendukung KPK terhadap pemberantasan korupsi di Bener Meriah dan Pemkab Bener Meriah kami minta tidak memberikan bantuan hukum terhadap bupati non aktif Ahmadi”, ujar Raudhi.

Pihaknya juga meminta Pemkab Bener meriah mengembalikan Ribuan Honorer yang telah dipecat dikembalikan.

“Ribuan tenaga honorer dipecat dan telah diambil haknya, Pemecatan itu beralasan untuk mengurangi anggaran daerah, nyatanya hanya dugaan-dugaan semata, kami minta Honorer dikembalikan”, timpal Raudhi.

Sebelum melakukan orasi di halaman DPRK Bener Meriah, APAH sebelumnya sempat melakukan aksi unjuk rasa di seputaran kota Redelong. Peserta Aksi itu turut membakar Gambar Koruptor tikus berdasi. Usai orasi puluhan massa yang terdiri dari aktivis di Bener Meriah ini selanjutnya melakukan pertemuan dengan beberapa anggota dewan yang hadir, di ruangan sidang.

Jawahir Anggota DPRK Bener Meriah yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf kepada peserta aksi lantaran Ketua DPRK Guntarayadi berada diluar daerah.

“Saat ini pimpinan lagi dinas luar, secara real atas nama DPRK bener meriah kami menghargai para penegak hukum yang telah melakukan tugasnya baik institusi KPK dan penegak hukum lain untuk melakukan pemeriksaan praktik Korupsi di Bener Meriah”, kata Jawahir, anggota DPRK Bener Meriah yang berasal dari Partai PDIP ini.

“Kami mendukung segala upaya penegaknhukum dalam membersihkan Kabupaten ini dari praktek korupsi”jelasnya. Usai beraudensi dengan anggota DPRK yang hadir peserta aksi kemudian membubarkan diri. (Wien Pengembara)